Rabu, 10 Jun 2026 12:54 WIB

Menristek Dikti: Ada Dosen yang Terpapar Radikalisme

Menristek Dikti, Mohamad Nasir
Menristek Dikti, Mohamad Nasir

jatimnow.com - Bahaya penyusupan faham radikalisme dan terorisme di Indonesia terus diantisipasi oleh semua golongan. Bahkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir turut mengawal terkait masalah tersebut.

Selain itu, Nasir mengatakan jika dibeberapa perguruan tinggi dibawah naungannya juga telah terdapat beberapa oknum dosen yang terlibat dalam pusaran paham radikal.

"Terpapar radikalisme itu ya? Masalah terpapar radikalisme ini perlu kami sampaikan agar semua rektor melakukan profiling semua dosen dan mahasiswa. Hal itu sudah saya minta sejak tahun 2017 lalu," terang Nasir usai menjadi pembicara di kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Ia mengatakan, dalam profiling itu pihaknya juga mencatat terdapat beberapa dosen yang harus dilakukan penyadaran atau dibimbing untuk kembali kepada NKRI. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan perjanjian kepada oknum tersebut.

"Sekitar empat dosen lebih yang sudah ketahuan jelas. Mereka ada yang berasal dari perguruan tinggi baik negeri dan swasta diantaranya dari Surabaya, Bandung dan Solo dan beberapa tempat lainnya. Kami lakukan pembinaan ternyata mereka kembali ke NKRI. Membuat satu pernyataan tertulis. Kalau enggak dia harus memilih dia harus keluar dari NKRI," tegasnya.

Selain itu, dari pelarangan SDM perguruan tinggi terlibat dalam masalah tersebut juga telah tertera pada Peraturan Menteri (Permen) Ristekdikti no 55 tahun 2017.

"Makanya ini Permen 55 saya siapkan supaya 4 pilar kebangsaan harus kita wujudkan di negeri ini. NKRI, UUD, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika," terangnya.

Sementara itu, dalam rangka bagaimana mahasiswa menjadi harmonis baik yang di dalam kampus maupun di luar kampus. Menristek Dikti juga telah merancang dalam pengawalan terhadap ideologi bangsa tersebut.

"Langkah konkritnya yakni setiap kampus ada unit kegiatan pengawal ideologi bangsa yang beranggotakan para mahasiswa yang mengikuti ekstra kampus. Setiap organisasi diwakili satu orang. Tugas mereka, bagaimana memberikan pembelajaran bersama dengan dosennya untuk melakukan pengawalan ideologi bangsa," pungkasnya.

Sementara itu, data dari Badan Intelijen Negara (BIN) mencatat ada tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) terpapar paham radikalisme. Bahkan, 39 persen mahasiswa di 15 provinsi dinyatakan tertarik atas ajaran tersebut.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.