Kamis, 18 Jun 2026 08:14 WIB

Kebakaran di Surabaya Makan Korban, Ini Tanggapan Wali Kota Risma

Risma saat di Rumah Dinas Wali Kota
Risma saat di Rumah Dinas Wali Kota

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya menyayangkan timbulnya korban jiwa pada peritiwa kebakaran di Jalan Kutisari Selatan akibat tidak tertibnya warga dalam memarkir kendaraan (mobil). Banyaknya mobil terparkir membuat unit PMK tidak bisa melintas.

Korban meninggal Johan Indrajaya (69) akibat kebakaran di rumahnya di Jalan Kutisari Selatan diakibatkan mobil pemadam yang terlambat datang. Risma mengeluhkan bahwa warga Surabaya kerap memanfaatkan jalan kampung. Bahkan menutupnya dengan portal tanpa ada penjagaan.

"Kadang jalan itu seolah-olah gak bermanfaat sehingga tertutup. Sering kali aku pantau jam satu malam itu anak-anak PMK bingung cari kunci untuk portal," ujarnya di kediaman Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Selasa (20/11/2018).

Baca juga: Rumah Terbakar, 1 Orang Tewas Terjebak di Kamar

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Kebakaran di rumah tersebut juga diakibatkan banyaknya mobil terparkir di kedua sisi jalan kampung sehingga mobil PMK tidak dapat lewat. Risma pun kesal kepada warganya yang suka parkir sembarangan tanpa memikirkan faktor keselamatan.

"Yang ketiga parkir, karena ngerasa itu (gangnya) terportal maka parkir penuh. Saat ada kebakaran, kita jadi kesulitan untuk datang ke tempat tersebut," ungkap Risma.

Selain akibat portal dan parkir mobil, salah satu faktor penghambat lain adalah gapura yang dibuat oleh warga. Seperti yang terjadi di TKK rumah Johan, terdapat gapura yang sekaligus dijadikan Balai RW di atasnya. Oleh karena itu mobil PMK kesulitan melewatinya.

"Kalau gapuranya rendah mobil PMKnya kan gak bisa masuk. Dulu saya sampai pernah mendatangkan alat berat supaya mobil pmknya bisa masuk," ungkap wanita yang kini berusia 57 tahun tersebut.

Menurut Risma, Jalan kampung di Surabaya sebenarnya telah diperhitungkan sedemikian rupa untuk akses mobil PMK dan Ambulan. Bahkan, kampung peninggalan masa penjajahan Belanda pun sebenarnya sudah mumpuni.

"kadang kita kemudian menutupinya untuk parkir mobil. Kalau kampung padat biasanya aku madamkannya dari atas. Karena kalau dari bawah tingkat kesulitannya tinggi," terang Risma.

Oleh karena itu, Risma berpesan kepada ketua RT dan RW seluruh Surabaya untuk mengatur parkir mobil warganya. Ia berpesan agar mobil diparkirkan hanya di satu sisi jalan sehingga menyisakan ruang yang cukup untuk akses mobil PMK.

"Saya berharap ketua RT dan RW mengatur mobilnya satu sisi, sisi lainnya bisa dipakai untuk mobil PMK atau ambulans lewat," pesannya.



Baca Juga: Rumah Warga di Jember Terbakar Jelang Pesta Pernikahan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.