Selasa, 16 Jun 2026 06:00 WIB

Bawaslu Didesak Usut Pembacokan saat Pemasangan APK Caleg di Surabaya

Pengamat Politik Unesa, Agus Machfud Fauzi
Pengamat Politik Unesa, Agus Machfud Fauzi

jatimnow.com - Dalam satu bulan terakhir, beberapa titik jalan di Kota Surabaya diwarnai baliho maupun spanduk yang bergambar sejumlah calon legislatif (caleg). Sejumlah persoalan juga muncul atas pemasangan alat peraga kampanye (APK) itu.

Terbaru, satu orang yang memasang APK caleg dibacok oleh beberapa orang di daerah Dukuh Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke polisi dan hingga kini motif pembacokan belum diketahui. Sebab para pelakunya belum tertangkap.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menanggapi munculnya kasus atas pemasangan APK salah satu caleg di Surabaya itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Agus Machfud Fauzi membeberkan sejumlah latar belakang terjadinya kasus pada pemasangan APK.

"Bisa saja itu settingan atau rencana untuk meraih simpatik dan bisa saja dilakukan orang lain dari lawan politiknya," ungkap Agus, Selasa (20/11/2018).

Artinya, lanjut Agus, jika itu settingan, dimungkinkan konflik itu dilakukan oleh tim sukses caleg itu sendiri agar namanya mencuat dan dikenal oleh masyarakat melalui media yang mengulas konflik atau kasusnya tersebut. "Jika itu murni, maka yang melakukan konflik tentu dimuningkinkan adalah lawan politiknya," tegas pria yang sehari-hari menjadi Dosen Sosiologi dan Politik di Unesa ini.

Masih kata Agus, dua kemungkinan di atas menjadi kuat jika melihat kasus pembacokan yang terjadi saat pemasangan APK. Sebab jika hanya melanggar, tentu yang melakukan tindakan yaitu dinas-dinas terkait, seperti melanggar tempat pemasangan APK atau melanggar waktu kampanye yang sudah ditentukan.

"Kalau itu kan tidak dirusak, tapi APK hanya diamankan," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tapi, Agus menambahkan, dua analisanya itu tidak hanya untuk mennaggapi kasus pembacokan saat pemasang APK itu saja. Tapi itu berlaku pada semua peristiwa perusakan APK yang mungkin saja terjadi.

“Bagi masyarakat umum, mereka (perusak APK) harus diberi hukuman. Artinya, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) harus memproses secara hukum, agar memberikan efek jera kepada masyarakat yang lain,” pungkas Agus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.