Kamis, 18 Jun 2026 03:24 WIB

Musim Penghujan, PT KAI Siapkan Antisipasi di Jalur KA Rawan Bencana

Kereta wisata di Daop 9 Jember
Kereta wisata di Daop 9 Jember

jatimnow.com - Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember, mengidentifikasi kawasan rawan bencana yang dilewati jalur kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Lukman Arif mengatakan, ada 18 titik  jalur rel KA yang rawan bencana di sepanjang Pasuruan hingga Banyuwangi.  Kesemua jalur kereta tersebut berpotensi rawan bencana longsor, banjir, tanah labil dan rawan amblasan.

"Terutama di sepanjang Stasiun Probolinggo, Stasiun Jember dan Stasiun Banyuwangi Baru," jelasnya, Rabu (14/11/2018).

Dia merinci, jalur rel yang rawan longsor berada di sepanjang daerah Gunung Gumitir yaitu mulai dari Stasiun Ledokombo, Jember hingga Stasiun Kalibaru, Banyuwangi.

"Untuk tanah labil dan amblas berada di kawasan Stasiun Jember hingga Stasiun Tanggul, Stasiun Banyuwangi Baru dan Stasiun Pasuruan," tambahnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember



Pihaknya mengantisipasi agar bencana tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan KA dengan menyiapkan petugas penjaga daerah rawan. Petugas tersebut akan siaga selama 24 jam secara bergantian.

"Jadi ketika ada potensi-potensi bencana dan itu membahayakan perjalanan kereta api, petugas penjaga daerah rawan akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pusat pengendali operasi," sebutnya.

Disamping itu, pihaknya juga menyiagakan petugas pengontrol jalur yang siap bekerja selama 24 jam. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengguna jasa KA selama musim penghujan.

Sedangkan untuk sepanjang jalur kereta yang tanahnya labil, pihaknya juga telah memasang portal dan paku bumi. Dengan tujuan untuk memperkuat jalur di sepanjang kereta api agar tidak mudah ambles saat hujan atau bahkan banjir.

"Pihak PT KAI juga menyiapkan Alat Material Khusus (Amus) pada titik-titik yang dianggap rawan bencana banjir dan tanah longsor. Amus yang disiapkan diantaranya batu kericik, bantalan rel, krucuk, pasir dan besi," pungkasnya.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.