Minggu, 14 Jun 2026 06:17 WIB

Otak Bandar Narkoba Mojokerto Ternyata Pengusaha Asesoris Motor Trail

BNNP Jatim dan BNNK Mojokerto saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan tiga tersangka jaringan pengedar narkoba di Mojokerto./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.
BNNP Jatim dan BNNK Mojokerto saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan tiga tersangka jaringan pengedar narkoba di Mojokerto./ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.

jatimnow.com - Selain menjadi otak peredaran narkotika di Mojokerto, Achmad Sulem (39), ternyata merupakan pengusaha asesoris motor trail.

Sebelumnya, Sulem diringkus Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto bersama dua orang rekannya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Sulem mengatakan, ia memilih menjadi bandar narkoba sejak dua tahun lalu lantaran penghasilan dari menjual asesoris motor trail di tokonya yang berada di Jalan Teratai 54A, Sooko Selatan, Kabupaten Mojokerto dianggapnya kurang.

"Per bulan saya harus bayar angsuran ruko, ya karena tuntutan ekonomi, saya akhirnya jualan sabu ini," ungkapnya, Rabu (14/11/2018).

Sulem mengaku menyesal dan berterimakasih kepada petugas BNN. Sulem berharap, BNN bisa memberikan rehabilitasi terhadapnya agar berhenti mengedarkan barang haram tersebut.

Baca juga: BNN Bongkar Jaringan Narkoba di Mojokerto, 3 Orang Diamankan

"Saya jualan sabu ini karena saya pribadi, tidak ada tekanan atau ancaman dari bandar sabu yang di Aceh. Saya kapok jualan narkoba lagi," katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan BNNK Mojokerto membongkar jaringan peredaran narkoba di Kota Mojokerto. Sedikitnya 3 orang diamankan beserta barang bukti 372,87 gram narkoba jenis sabu.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Ketiga orang yang ditangkap di Mojokerto itu antara lain Achmad Sulem (39), warga Jalan Teratai 54A, Sooko Selatan, Kabupaten Mojokerto.

Kemudian Ali Maskur (31), warga Kedundung Klotok, Ploso Sari, Puri, Kabupaten Mojokerto dan Saiful Anam (47), warga Sumber Ayu, Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang.

Pengendali jaringan ini adalah tersangka bernama Sulem. Dialah yang menerima sabu dari Aceh.

Sedangkan Saiful Anam bertugas sebagai pengelola dana yang masuk maupun keluar, serta menentukan titik dan cara pengiriman. Sementara Ali Maskur bertugas sebagai pelaksana di lapangan.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Selain menyita 372,87 gram sabu, BNNP Jatim dan BNNK Mojokerto juga menyita 7 unit HP, 8 buku rekening dan ATM-nya, serta 3 unit motor dan 2 unit mobil.

Tiga tersangka dan barang bukti sudah diamankan di BNNK Mojokerto untuk diproses lebih lanjut.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.