Selasa, 16 Jun 2026 15:36 WIB

Gus Choi Bicara Soal Politikus Sontoloyo dan Genderuwo

Ketua badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Effendy Choirie
Ketua badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Effendy Choirie

jatimnow.com - Pernyataan buta dan tuli yang ditujukan kepada sekelompok masyarakat yang tidak objektif menilai Joko (Jokowi) Widodo oleh Ma'ruf Amin mendapat tanggapan dari Ketua badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Effendy Choirie.

Gus Choi, sapaan akrab Effendy Choirie mengatakan, jika ada sekelompok masyarakat yang membangun kebutaan dan ketulian kepada masyarakat. Hal itu juga dilakukan untuk memberikan rasa pesimis kepada masyarakat.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

"Mereka menciptakan hal itu supaya tidak mendengarkan apa yang disampaikan Jokowi dengan baik, apa yang dibangun Jokowi secara nasional saya kira Indonesia ada perkembangan yang luar biasa. Matanya tidak melihat itu kan," ujarnya saat ditemui pada acara syukuran ke 7 partai NasDem di Surabaya, Selasa (13/11/2018).

Gus Choi mengatakan, secara fakta banyak perubahan yang telah dilakukan Jokowi. Menurutnya pernyataan tersebut secara substansi memang benar.

Gus Choi juga menyinggung soal pernyataan sontoloyo dan genderuwo. Meskipun kata-kata yang dilontarkan sangat vulgar namun menurutnya hal tersebut memang waktu yang pas.

Baca Juga: NasDem Jatim Gelar Fun Walk 2025, Semarak Ulang Tahun ke-14 Partai

"Persoalan yang kemudian kata-katanya langsung vulgar itu memang waktunya dikatakan seperti itu. Karena ada sekelompok pemimpin atau orang tertentu yang mau jadi pemimpin Indonesia itu selalu menyampaikan pernyataan yang membuat rakyat pesimis membuat rakyat takut untuk menghadapi masa depan," ujar Gus Choi.

Padahal, menurutnya, salah satu syarat untuk menjadi pemimpin dalam ajaran agama harus membuat rakyat memiliki harapan. Beberapa pernyataan dari Jokowi maupun Ma'ruf, dianggapnya sebagai pendidikan politik.

"Mengarungi kehidupan itu salah satu syarat, dalilnya ada di hadis-hadis kitab-kitab. Jokowi-Ma'ruf Amin bukan hanya sekadar bagaimana terpilih. Bukan sekadar bagaimana elektabilitasnya naik tapi juga memberikan pendidikan politik," tegasnya.

Baca Juga: NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Kursi DPR RI

Gus Choi menambahkan, dalam pendidikan politik ada satu hal yang penting yakni mengajak rakyat untuk selalu bersikap objektif.

"Boleh mengkritik tapi tidak boleh asal," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.