Senin, 22 Jun 2026 06:29 WIB

Kericuhan Penertiban PKL di Gembong, Polisi: Hanya Salah Paham

Pembersihan karung pasir petugas polisi dengan dibanto oleh petugas DKP
Pembersihan karung pasir petugas polisi dengan dibanto oleh petugas DKP

jatimnow.com - Penertiban pedagang di Gembong atau Jalan Kapasari, Surabaya, sempat memanas. Kondisi tersebut dipicu karena adanya salah paham antara pedagang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Alhamdulillah untuk situasi kami sudah koordinasi dengan warga setempat, rekan Satpol PP dan segala lapisan masyarakat di sini. Alhamdulillah sampai saat ini tidak terjadi apa-apa. Cuman sedikit tadi ada keributan mungkin karena ada salah paham," kata Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Deny Prabowo di lokasi, Senin (12/11/2018) malam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ini salah paham saja. Tadi mungkin Satpol PP datang ke sini, masyarakat salah paham akan pelaksanaan penertiban ini. Kesalahpahaman itulah menjadi sedikit keributan yang terjadi disini," tuturnya sambil menambahkan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Deny menerangkan, anggota Sabhara Polrestabes Surabaya dan Polsek Genteng tiba di Gembong, setelah mendapatkan informasi adanya penertiban PKL (pedagang kaki lima) yang keributan antara pedagang dengan Satpol PP.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Rekan-rekan dari Polsek Genteng dan maupun kami (Sat Sabhara) mengirim pasukan disini untuk membantu mengamankan tempat ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Situasi di Gembong berangsung pulih, setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Truk Satpol PP yang sebelumnya dibuat kempes oleh  warga, juga sudah diderek ke kantor Satpol PP. Pecahan kaca maupun benda-benda yang menghalangi jalan, juga mulai dibersihkan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Alhamdulillah sudah aman. Kita akan buka kembali. rekan-rekan dari DKP membersihkan jalan dulu, supaya lancar. Di jalan banyak kotoran mungkin pecahan kaca, sampah, paku, kita amankan, supaya pengguna jalan bisa beraktivitas dengan baik," terangnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.