Rabu, 17 Jun 2026 16:47 WIB

Ini Firasat Helmi Sebelum Tewas di Viaduk 'Surabaya Membara'

Proses pemakaman jenazah korban viaduk 'Surabaya Membara'
Proses pemakaman jenazah korban viaduk 'Surabaya Membara'

jatimnow.com - Kesedihan dan suasana haru menyelimuti rumah duka Helmi Surya Wijaya (13) penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' korban meninggal dunia di Jalan Karang Tembok gang 6 no.7 Surabaya.

Rumah bangunan tua itu, banyak dikunjungi tetangga dan saudaranya untuk melayat serta memberikan ketabahan dan kesabaran bagi yang ditinggalkannya.

Isak tangis keluarga dan teman sekolah Helmy di SMPN 44 Surabaya mengiringi pemberangkatan keranda pembawa jenazah yang akan diberangkatkan menuju pemakaman umum setempat.

Seusai prosesi pemakaman, Achmad Harianto (63) ayah korban Helmi Surya Wijaya saat ditemui jatimnow.com sesekali melepas kacamata dan mengusap air mata saat menceritakan kenangan atau firasat kepergian putra bungsu mengahdap sang pencipta.

"Kalau dirumah, Helmi itu anaknya pendiam, penurut dan ibadahnya tekun," Ujar Achmad, Sabtu (10/11/2018) Sore.

Achmad merasa menyesal atas insiden tersebut, padahal menurutnya Helmi itu tidak suka bepergian. Namun entah ada apa pada Jumat malam itu putranya ingin sekali menonton drama kolosal 'Surabaya Membara'.

"Saat hendak pergi, saya ini seperti di tilap. Jadi ketika hendak pergi Helmy hanya berpamitan kepada ibu dan kakaknya saja. Kata ibunya Ia pergi bersama temannya untuk nonton acara drama kolosal 'Surabaya Membara', Peringati Malam 10 November di Tugu Pahlawan," kata Achmad

Achmad menceritakan bahwa dua minggu sebelum meninggalnya  Helmy itu berbicara ngelantur kepada kakaknya bernama Herlin Wijayanti.

"Mbak kalau aku meninggal jangan ditangisi ya, ikhlas kan saja bilang sama Bapak dan Ibu," Kata Achmad, menirukan ucapan putranya.






Baca Juga: Hotel di Surabaya Ini Rayakan Hari Pahlawan dengan Menjamu Veteran dan Janda Veteran

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.