Senin, 15 Jun 2026 07:53 WIB

Enggan ke Myanmar, Pengungsi Rohingya Pilih Nikahi Warga Banyuwangi

Mir Ahmad Bin Kholil Ahmad (48) warga Rohingya, Myanmar.
Mir Ahmad Bin Kholil Ahmad (48) warga Rohingya, Myanmar.

jatimnow.com - Mir Ahmad Bin Kholil Ahmad (48) warga Rohingya, Myanmar mengaku senang tinggal di Dusun Pekarangan RT 01 RW 01, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ia mengaku telah jatuh cinta dengan Indonesia.

Alasannya, kata Ahmad sapaan akrabnya, karena ia bertemu dengan wanita yang bernama Ristiani Sulam sejak 20 tahun silam. Tepatnya, sekitar tahun 1998 di Kelang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga: Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Soroti Nasib Rohingya

Kisah kedua imigran itu pun berlanjut saat keduanya memutuskan untuk menghalalkan hubungan mereka secara agama, melalui nikah siri.

Hubungan kedua pasangan yang beda negara ini pun dikaruniai dua orang anak, Nurhazizal Mir Ahmad (17) dan Novila Mir Ahmad (9).

"Sebagai muslim saya lebih memilih menikahi daripada berzina," ungkapnya dengan bahasa berlogat melayu saat ditemui, Jumat (9/11/2018).

Saat itu anaknya, Novila berada disampingnya. Sedangkan istrinya tengah bekerja.

Saat Ahmad memutuskan tinggal bersama keluarganya, ia diantarkan langsung oleh Kasubsi Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Surabaya di Bangil, Wahyu Triwibowo dan Kasubsi Registrasi, Indra Wilis, Rabu (8/11/2018) kemarin.

"Saya rela meninggalkan fasilitas dari UNHCR PBB, seperti diberi uang Rp 1.250.000 tanpa bekerja dan tinggal di hotel," akunya.

Sebab, katanya, dirinya akan mendapatkan fasilitas dari UNHCR asalkan tetap berstatus sebagai pengungsi. Namun, dirinya memutuskan hidup bersama istri dan keluarga kecilnya.

Namun demikian, karena kedatangannya ke Indonesia dulunya sebagai pengungsi, meski sudah menikah dengan orang Banyuwangi dirinya masih diwajibkan untuk melapor setiap 3 bulan sekali.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

"Bawa kartu ini, saya harus ikuti aturan, lapor 3 bulan sekali," kata Ahmad.

Bahkan, dirinya pernah mendapatkan tawaran untuk menjadi warga Negara Amerika. Namun ditolaknya, karena ia lebih memilih tinggal bersama istri dan anaknya.

"Saya takut mau pulang ke daerah saya, karena kalau ketahuan bisa dibunuh," ujarnya.

Di lain sisi, dirinya juga masih tidak berani kembali ke negara asalnya. Sebab, kelompok Rohingya di Myanmar tidak boleh keluar dari kawasan (desa) yang sudah ditentukan.

Ibaratnya, masih Ahmad, etnis Indo Arya yang mayoritas beragama Islam dan hidup di Desa Kelir, sejak lahir kalau tidak ingin dibunuh jangan keluar dari daerah itu.

Baca Juga: Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya Langsung Pulang

"Keluar pasti dibunuh, oleh orang berseragam semacam tentara, atau orang pakaian biasa. Atau masuk Buddha bila ingin selamat," katanya bercerita.

"Sekarang saya di sini di Indonesia, saya belum punya teman, dan saya juga ingin bekerja di sini," tutupnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.