Senin, 15 Jun 2026 01:14 WIB

Tahun Politik, Gubernur Soekarwo Berharap Warga Jatim 'Zero Demo'

Gubernur Jawa Timur Soekarwo
Gubernur Jawa Timur Soekarwo

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap masyarakat menahan diri untuk menggelar aksi demonstrasi menjelang pemilu 2019. Hal ini untuk mengantisipasi panasnya situasi di jatim menjelang tahun politik tersebut.

Soekarwo mengatakan, pengurangan demonstrasi ini bukan bermaksud untuk membungkam suara masyarakat. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui media lain atau yang ia sebut sebagai zero demo.

"Ini bukan larangan demo, kita melakukan zero demo, itu pendekatan-pendekatan, mencari langkah penyelesaian," tuturnya usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Senin (5/11/2018).

Imbauan ini dilontarkan oleh Pakde Karwo guna menghindari balasan demonstrasi dari sisi yang berlawanan. Apabila hal tersebut terjadi maka akan semakin mengganggu kondusifitas di Jatim.

"Kalau sudah demo di jalan nanti yang lain juga terpancing, kalau sudah seperti itu, masalahnya sesama kita, sebetulnya sesama kita tidak perlu seperti itu," lanjutnya.

Ia pun menawarkan solusi penyampaian materi secara langsung kepada pihak yang berwajib tanpa melalui demonstrasi.

"Lebih baik materi (demo) dibicarakan silaturahmi dengan gubernur, kapolda, pangdam, daripada demo dijalan, di kantor saja kita jagongan," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan kesepemahamannya dengan Soekarwo. Ia pun mendukung imbauan zero demo di Jatim.

"Kami tidak melarang, karena menyampaikan pendapat itu hak setiap warga negara dan sudah diatur undang-undang, tapi tetap sebaiknya demo itu tak mengandung unsur ujaran kebencian, yang bisa mengganggu keharmonisan suku, agama, ras dan antar golongan," ujarnya ketika dihubungi secara terpisah.






Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.