Senin, 22 Jun 2026 17:06 WIB

Syachrul Anto Memakai Alat Selam Pinjaman Saat Evakuasi Lion Air

Foto semasa hidup Syachrul Anto (kanan)  saat kegiatan menyelam bersama rekannya
Foto semasa hidup Syachrul Anto (kanan) saat kegiatan menyelam bersama rekannya

jatimnow.com - Syachrul Anto relawan penyelam evakuasi Pesawat Lion Air PK-LQP yang meninggal saat membantu pencarian penumpang di perairan Tanjung Karawang dikenal memiliki rasa empati tinggi terhadap bencana.

Syachrul adalah penghobi menyelam sejak lama dan telah memiliki Surat Izin Menyelam atau Diving license. Bahkan Syachrul dikenal memiliki kelompok relawan penyelam di Makasar.

Saat terlibat menjadi relawan evakuasi penumpang Lion Air, Syachrul tidak membawa perlengkapan selam pribadinya. Syachrul memimjam peralatan selam seadanya.

"Suami berangkat dari Jogja, saat itu kami usai ada urusan. di Jogja dia janjian dengan temannya sesama relawan. Katanya dia sudah sepakat siapa yang bisa langsung berangkat ke Jakarta," ujar Lyan saat ditemui di rumah duka di Jalan Bendul Merisi Utara 8 no 41, Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Baca juga: Ini Pesan Terakhir Penyelam yang Meninggal Saat Evakuasi Lion Air

Baca Juga: Pesawat Super Jet Rute Lombok-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara Juanda

Lyan Kurniawati mengatakan bahwa keberangkatannya untuk membantu evakuasi korban pesawat Lion Air PK-LQP itu tidak disertai perlengkapan menyelam yang memadai, karena perlengkapan menyelam itu ada di rumahnya.

"Peralatan lengkap dia kan di Makassar. Dia berangkat  dengan peralatan seadanya ada yang meminjam, mungkin karena tidak pakai peralatan milik dia sendiri jadinya mungkin ada yang nggak pas," pungkas Lyan.

Lyan menuturkan bahwa Syachrul memiliki kelompok relawan penyelam di Makasar yang aktif membantu jika diperlukan oleh Basarnas.

"Beliau (Syachrul) selalu menawarkan diri menjadi relawan baik itu yang menjadi keahliannya (selam) maupun tidak. Kemarin bencana di Palu juga ikut selama seminggu, meski disana tidak ada keahlian tapi dia membantu di dapur umum," terangnya.

Sementara itu, Lyan juga menambahkan bahwa sang suami juga pernah jadi relawan saat kejadian jatuhnya pesawat Air Asia.

Jenazah Penyelam Evakuasi Lion Air PK-LQP ini Dimakamkan Usai Salat Zuhur. Dan hingga saat ini para pelayat terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa.













Baca Juga: 4 Jenazah Korban Pesawat Super Tucano Dimakamkan, Dapat Kenaikan Pangkat

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.