Rabu, 22 Jul 2026 04:37 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam di Tulungagung Mulai Ramai Pembeli

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 11 Jul 2026 11:30 WIB
Kondisi salah satu toko seragam di Tulungagung yang ramai pembeli. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Kondisi salah satu toko seragam di Tulungagung yang ramai pembeli. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, sejumlah toko seragam di Tulungagung mulai kebanjiran pembeli. Bahkan kenaikan penjualan seragam bisa tembus 100 persen dibandingkan hari biasa.

Pemilik Toko Seragam Lancar Jaya, Moh. Fahrudin mengatakan, tokonya mulai ramai pembeli sejak satu pekan terakhir. Semua jenis seragam ramai dibeli untuk persiapan tahun ajaran baru 2026/2027 pada jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Alhamdulillah minggu-minggu ini sudah mulai ramai untuk semua jenis seragam. Tapi yang paling banyak penjualan seragam SD," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Kenaikan penjualan untuk seragam SD di tokonya mampu menembus angka 100 persen jika dibandingkan pada hari biasa. Sedangkan untuk seragam SMP dan SMA hanya meningkat berkisar diangka 40 hingga 50 persen saja.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Sebagai contoh, seragam sekolah yang dijual di tokonya hanya mampu terjual sebanyak 10 sampai 15 pasang pada hari biasa. Namun satu pekan terakhir mampu terjual sebanyak 60 sampai 70 pasang seragam hanya dalam waktu satu hari.

"Penjualan seragam SMP dan SMA tidak seramai seragam SD, kemungkinan karena banyak masyarakat yang dapat seragam bekas kakak atau saudaranya," ungkapnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Meski penjualan meningkat, sebenarnya penjualan seragam sekolah tahun ini justru menurun dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu Fahrudin mampu meraup omset kotor mencapai senilai Rp25 juta hingga Rp30 juta. Sedangkan omset kotor yang didapat tahun ini hanya mencapai sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Pihaknya menilai jika menurunnya penjualan seragam sekolah ini karena faktor ekonomi, mengingat harga BBM mengalami kenaikan.

"Tahun ini memang ekonomi kurang baik, jadi pembelian seragam juga turun. Apalagi masyarakat juga banyak yang beli hanya atasan saja atau menggunakan seragam milik kakaknya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.