Kamis, 16 Jul 2026 18:25 WIB

Puluhan Pohon di Alun-Alun Kota Probolinggo Tak Terawat, Ini Penjelasan DLH

Beberapa pohon mati di alun- alun Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)
Beberapa pohon mati di alun- alun Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo memberikan klarifikasi terkait kondisi fasilitas Alun-Alun Kota Probolinggo yang belakangan menjadi sorotan publik.

DLH memastikan bahwa pihaknya tidak dapat melakukan intervensi fisik atas kerusakan yang terjadi karena kawasan tersebut masih dalam masa tanggung jawab pihak ketiga.

Baca Juga: Baru Diluncurkan, Program Ternak Puyuh Pemkot Probolinggo Bakal Dihentikan

Kepala DLH Kota Probolinggo, Agus Dwiwantoro, menjelaskan bahwa saat ini proyek revitalisasi alun-alun masih berada di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Diketahui secara prosedural, proyek tersebut belum mencapai tahap serah terima hasil pekerjaan (P2), sehingga masa pemeliharaan masih sepenuhnya dibebankan kepada kontraktor pelaksana, yaitu CV Probolinggo Cemerlang, hingga Desember 2026.

"Kami di DLH tidak memiliki wewenang untuk melakukan perbaikan fisik secara langsung. Mengingat proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, segala bentuk kerusakan fasilitas maupun penggantian tanaman wajib dipenuhi oleh kontraktor sesuai dengan mekanisme kontrak yang berlaku," ujar Agus.

Meski tidak memiliki kewenangan eksekusi di lapangan, Agus menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan fungsi pengawasan.

DLH akan melakukan pemantauan intensif dan mencatat sejumlah temuan yang dilakukan organisasi masyarakat di lapangan.

Baca Juga: Awali Tahun Ajaran Baru, 30 Siswa Sekolah Rakyat Kota Probolinggo Ikuti MPLS

Agus menambahkan bahwa seluruh temuan tersebut akan dilaporkan secara resmi oleh DLH kepada instansi terkait sebagai bahan evaluasi. Langkah ini diambil guna memastikan kontraktor segera menindaklanjuti kerusakan tersebut sebelum masa pemeliharaan berakhir.

"Kami akan segera melaporkan temuan tanaman mati dan kerusakan fasilitas ke pihak terkait. Namun, kami tidak diperbolehkan mengganti atau memperbaikinya sendiri karena aturan teknis yang mengikat sebelum adanya serah terima," tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat, termasuk Squad Nusantara Probolinggo Raya, mendesak adanya percepatan perbaikan atas proyek revitalisasi senilai kurang lebih Rp9 Miliar tersebut, menyusul ditemukannya sejumlah kerusakan di lapangan. 

Baca Juga: Partai Golkar dan PKB Kota Probolinggo Terima Kucuran Dana Banpol Terbanyak

Berdasarkan investigasi, ditemukan setidaknya 79 pohon dalam kondisi mati atau tidak layak sehingga memerlukan peremajaan segera.

Selain itu, terdapat kendala pada sektor penerangan di mana sekitar 75 titik lampu pot bunga tidak berfungsi, serta penurunan kualitas estetika akibat tanaman hias di dalam pot yang mengering dan 50 persen lampu hias di bawah pohon bungur yang tidak menyala.

Pihak DLH berharap masyarakat dapat memahami alur birokrasi serta masa kontrak pemeliharaan yang masih berjalan, agar setiap proses perbaikan dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Berdasarkan informasi di lapangan, seorang warga setempat juga diduga ikut menjadi korban keracunan setelah menyantap menu MBG yang sama.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.