Kamis, 16 Jul 2026 19:36 WIB

Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 08 Jul 2026 22:00 WIB
Pedagang tahu di Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Pedagang tahu di Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026. (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suasana Kota Probolinggo sepekan terakhir terasa jauh lebih hidup. Alunan musik, tawa riang anak-anak, dan aroma menggugah selera dari berbagai stan kuliner berpadu menjadi satu di jantung kota. 

Inilah Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) 2026, sebuah perhelatan tahunan yang selalu dinanti, kembali hadir dengan wajah baru yang lebih merakyat dan berdampak nyata bagi ekonomi lokal.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Memasuki penghujung rangkaian, kemeriahan Semipro tidak menunjukkan tanda-tanda meredup. Sebaliknya, antusiasme warga justru semakin memuncak. Panitia mencatat rata-rata 5.000 hingga 6.000 pengunjung memadati area perhelatan setiap harinya, sebuah angka yang fantastis sekaligus membuktikan betapa besarnya kerinduan warga akan hiburan berkualitas yang terjangkau.

Ada pemandangan yang berbeda jika kita menengok kembali gelaran Semipro di tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu kita sering menjumpai jajanan kekinian dari luar kota dengan harga selangit, tahun ini narasi tersebut berubah total. 

Semipro 2026 secara sadar melakukan pembersihan dan pergeseran fokus, yakni memprioritaskan UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) asli Probolinggo.

Perubahan strategi ini bukan tanpa alasan. Agus Salim, selaku Event Organizer (EO) pelaksana, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perputaran uang benar-benar dirasakan oleh warga setempat.

"Alhamdulillah, angka kunjungan stabil di angka 5.000 hingga 6.000 orang. Kami memang sengaja mengkhususkan ajang ini untuk UMKM dan PKL lokal. Harapannya, mereka bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan ekonomi warga terbantu," ungkap Agus dengan penuh optimisme.

Kebijakan yang memprioritaskan pedagang lokal ini disambut dengan tangan terbuka oleh para pelaku UMKM. Bagi mereka, Semipro bukan sekadar ajang promosi, melainkan oase untuk meningkatkan pendapatan.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Ismi, salah seorang pedagang tahu, menjadi saksi bagaimana kebijakan ini memberikan dampak nyata pada dapur rumah tangganya. 

"Dagangan jadi jauh lebih laris, omzet kami meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Kami sangat berharap, ke depannya Semipro tetap konsisten mengutamakan pedagang lokal seperti sekarang," tuturnya dengan wajah sumringah.

Bagi pengunjung, hadirnya kuliner lokal dengan harga yang ramah di kantong adalah daya tarik utama. Sambil menikmati suasana, warga bisa mencicipi berbagai kuliner khas daerah tanpa harus menguras dompet terlalu dalam sebuah harmoni yang jarang ditemukan di acara-acara besar lainnya.

Keberhasilan Semipro 2026 sejatinya adalah cerminan dari visi besar Pemerintah Kota Probolinggo. M. Abas, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, menegaskan bahwa Semipro dirancang lebih dari sekadar pesta rakyat.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

"Semipro adalah ekosistem terintegrasi. Kami ingin mempertemukan berbagai sektor, mulai dari UMKM, ekonomi kreatif, seni budaya, hingga layanan publik dalam satu wadah," tegas Abas. 

Melalui ajang ini, pemerintah berupaya meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat aktivitas perdagangan yang lebih inklusif.

Dengan sisa waktu penyelenggaraan yang masih ada, Semipro 2026 telah berhasil menetapkan standar baru. Kini, ia bukan lagi hanya tentang hiburan semata, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh. 

Di balik gemerlap lampunya, terdapat harapan para pedagang kecil yang terus tumbuh, menjadikan Semipro sebagai kebanggaan sejati bagi warga Kota Probolinggo.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Berdasarkan informasi di lapangan, seorang warga setempat juga diduga ikut menjadi korban keracunan setelah menyantap menu MBG yang sama.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.