Selasa, 07 Jul 2026 01:00 WIB

HGI Angkat Domino ke Panggung Nasional Lewat Grand Final di Surabaya

Grand Final HGI City Cup 2026 di Surabaya mempertemukan 32 pemain domino terbaik Indonesia. (Foto: HGI for jatimnow.com)
Grand Final HGI City Cup 2026 di Surabaya mempertemukan 32 pemain domino terbaik Indonesia. (Foto: HGI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 32 pemain domino terbaik dari berbagai daerah di Indonesia bertanding dalam Grand Final HGI City Cup 2026 Surabaya Fest Finals yang digelar di Grand City Mall, Surabaya.

Kompetisi tersebut menjadi puncak rangkaian turnamen nasional setelah para peserta lolos dari babak kualifikasi online maupun seleksi kota di berbagai wilayah.

Baca Juga: Ateng Sopyan Nurdin Kampiun Domino HGI City Cup 2026

Selama dua hari penyelenggaraan, seluruh finalis bersaing sejak babak 32 besar hingga final untuk memperebutkan gelar juara nasional. Pertandingan berlangsung dengan sistem eliminasi yang menguji kemampuan strategi setiap peserta.

Higgs Games Island (HGI) mengemas turnamen tersebut layaknya kompetisi olahraga profesional.

Seluruh pertandingan dipandu host dan komentator, dilengkapi peliputan langsung, sesi wawancara pemain, hingga seremoni penyerahan penghargaan.

Grand final juga disiarkan melalui layanan streaming di kanal resmi HGI sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah.

Event Manager HGI Indonesia, Leo, mengatakan penyelenggaraan Grand Final HGI City Cup menjadi langkah untuk memberi ruang apresiasi yang lebih luas bagi para pemain domino di Indonesia.

Baca Juga: Inilah Juara HGI City Cup 2026, Turnamen Domino di Surabaya

"Ke-32 pemain ini sebelumnya berangkat dari daerah dan room online masing-masing. Sekarang mereka memperebutkan gelar nasional di panggung profesional. Itulah tujuan kami, memberikan pengakuan bahwa domino sebagai olahraga pikiran layak hadir di panggung nasional," kata Leo.

Sebelum tampil di Surabaya, seluruh finalis telah melewati seleksi berjenjang. Mereka lolos dari kualifikasi online berskala nasional dan babak kualifikasi offline yang digelar di sejumlah kota.

HGI merupakan platform permainan strategi digital berbasis komunitas yang mengembangkan domino sebagai mind sport atau olahraga pikiran.

Melalui HGI City Cup 2026, perusahaan berupaya menghadirkan kompetisi yang lebih terstruktur sekaligus memperluas ekosistem permainan strategi di Indonesia.

Baca Juga: Dari Warung Kopi ke Arena Prestasi, Domino Makin Dilirik di Surabaya

Sebelumnya, HGI menggelar seri pembuka HGI City Cup 2026 di Makassar. Turnamen tersebut menjadi awal penyelenggaraan kompetisi domino digital berskala nasional yang kemudian berlanjut di Surabaya.

Menurut HGI, antusiasme ribuan pemain dari berbagai daerah menunjukkan bahwa domino kini berkembang dari permainan yang identik dengan hiburan sehari-hari menjadi cabang permainan strategi yang memiliki ruang kompetisi nasional.

Melalui penyelenggaraan turnamen rutin, HGI berharap ekosistem mind sport di Indonesia semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak pemain berprestasi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.