Selasa, 07 Jul 2026 00:57 WIB

Daerah Pesisir Penghasil Migas Diusulkan Dapat Dukungan Fiskal Lebih Besar

Penyerahan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat guna memperkuat dukungan fiskal bagi daerah pesisir. (Foto: SKK Migas for jatimnow.com)
Penyerahan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat guna memperkuat dukungan fiskal bagi daerah pesisir. (Foto: SKK Migas for jatimnow.com)

jatimnow.com - SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Offshore Jabanusa menyerahkan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat guna memperkuat dukungan fiskal bagi kabupaten dan kota pesisir yang menjadi penyangga operasi hulu migas lepas pantai.

Rekomendasi tersebut disepakati dalam Rapat Kerja Stakeholder Daerah bertema "Tata Kelola Energi dan Keseimbangan Fiskal Kabupaten/Kota Pesisir" yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur.

Baca Juga: Daftar GasKita Sebelum 31 Juli, Peluang Raih Dapur Impian dari PGN

Forum mempertemukan pemerintah daerah, regulator, serta pelaku industri migas untuk membahas keseimbangan antara keberlangsungan operasi hulu migas dengan pembangunan daerah pesisir.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Bupati Pamekasan, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Bupati Bangkalan, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Sampang, serta sejumlah KKKS yang beroperasi di wilayah offshore Jabanusa.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah perlunya formulasi distribusi manfaat ekonomi yang lebih mencerminkan kontribusi daerah pesisir terhadap keberlangsungan operasi migas lepas pantai.

Pemerintah daerah menilai wilayah penyangga turut menanggung dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga membutuhkan dukungan fiskal yang lebih proporsional.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan industri hulu migas tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekitar.

"Kontribusi hulu migas tidak hanya diwujudkan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM), tetapi juga melalui penciptaan nilai ekonomi yang mendukung pembangunan daerah. Sinergi dan komunikasi yang konstruktif antara regulator, KKKS, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar manfaat kegiatan hulu migas dapat dirasakan secara adil, proporsional, dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Dalam rekomendasinya, forum meminta Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempercepat kajian mengenai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap kabupaten dan kota pesisir yang berdekatan dengan sumur produksi migas di Jawa Timur.

Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar pemberian tambahan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas bagi daerah yang terdampak. Apabila perubahan formulasi DBH belum memungkinkan, forum mengusulkan optimalisasi instrumen Transfer ke Daerah (TKD), seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun skema fiskal lainnya untuk mempercepat pembangunan kawasan pesisir.

Selain itu, forum juga meminta Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memperkuat penyediaan data terintegrasi.

Data tersebut tidak hanya mencakup koordinat sumur produksi dan volume lifting, tetapi juga pemetaan wilayah pesisir yang terdampak secara sosial dan ekonomi akibat aktivitas hulu migas.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

Forum turut mengusulkan penyusunan indeks eksternalitas negatif bagi kabupaten dan kota yang berdekatan dengan wilayah produksi migas.

Indeks tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan fiskal yang lebih akurat sekaligus memperhatikan kondisi daerah penyangga.

Melalui rekomendasi tersebut, SKK Migas Jabanusa bersama KKKS Offshore berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri migas semakin kuat sehingga kebijakan pengelolaan energi dapat berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Nyaris Tuntas, 95 Persen Jemaah Haji Tiba via Debarkasi Surabaya

Progres pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya telah mencapai 95 persen (42.013 orang). PPIH mencatat 17 jemaah masih dirawat di Arab Saudi dan 77 orang wafat.

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.