Selasa, 30 Jun 2026 12:20 WIB

BSI Maslahat Perkuat Pemberdayaan 800 Pelaku Usaha Mikro di Jember

Halmi Akbar Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Bank Wakaf Mikro (BWM) Al-Falah 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah, Jember. (Foto: BSI Maslahat for jatimnow.com)
Halmi Akbar Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Bank Wakaf Mikro (BWM) Al-Falah 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah, Jember. (Foto: BSI Maslahat for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 800 pelaku usaha mikro mengikuti Halmi Akbar Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Bank Wakaf Mikro (BWM) Al-Falah 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah, Jember.

Kegiatan yang didukung BSI Maslahat tersebut menjadi ajang memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah bagi masyarakat.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

Selain menjadi forum silaturahmi anggota, kegiatan juga dirangkai dengan bakti sosial berupa khitan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.

Seluruh peserta yang hadir merupakan nasabah aktif Bank Wakaf Mikro Al-Falah yang telah menjalankan usaha produktif di berbagai bidang, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa hingga usaha rumahan.

Kehadiran mereka mencerminkan perkembangan program pendampingan usaha yang selama ini dijalankan lembaga tersebut.

Pengasuh Yayasan Al-Falah, Drs. KH. Abd. Muqit Arief, mengatakan pesantren memiliki peran lebih luas daripada sekadar lembaga pendidikan.

Menurutnya, pesantren juga bertanggung jawab membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Ia mengajak seluruh anggota Bank Wakaf Mikro menjaga amanah, memperkuat kebersamaan, serta menjadikan usaha yang dijalankan sebagai ikhtiar meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Ketua Koperasi Jasa LKMS Bank Wakaf Mikro Al-Falah, Muhammad Ali Zaenal Abidin, mengatakan Halmi Akbar menjadi agenda tahunan yang mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan usaha produktif.

"Lebih dari 800 anggota yang hadir hari ini merupakan nasabah aktif yang telah memiliki usaha masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan Bank Wakaf Mikro mampu mendorong lahirnya pelaku usaha mikro yang mandiri, produktif, dan terus berkembang," ujarnya.

Baca Juga: Asah Life Skill Siswa, Ponpes Safinda Surabaya Luncurkan Studio Podcast

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh kedisiplinan anggota dalam mengikuti pendampingan serta menjaga semangat kebersamaan.

Bank Wakaf Mikro mengembangkan pembiayaan syariah tanpa bunga yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain memberikan akses modal, lembaga tersebut menerapkan sistem tanggung renteng, yakni pembiayaan diberikan kepada kelompok usaha yang saling bertanggung jawab dan saling mendukung dalam menjalankan usaha.

Skema tersebut dinilai mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan disiplin anggota, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mikro di tingkat masyarakat.

Mewakili BSI Maslahat, Manajer BSI Maslahat Jawa Timur, Zaini Syam, mengajak para anggota menjaga keseimbangan antara ikhtiar ekonomi dan kehidupan spiritual melalui tiga prinsip utama, yakni semangat bekerja, semangat berkeluarga, dan semangat beribadah.

Baca Juga: Investasi Emas Kian Aman, Pegadaian Kanwil XII Adopsi Aturan Bulion Syariah

"Ketika semangat bekerja, semangat berkeluarga, dan semangat beribadah mampu berjalan secara seimbang, akan lahir pribadi yang tangguh, keluarga yang harmonis, serta masyarakat yang mandiri dan sejahtera," tuturnya.

Menurut Zaini, etos kerja yang baik harus dibarengi keharmonisan keluarga dan penguatan ibadah agar usaha yang dijalankan tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan.

Melalui kolaborasi Pondok Pesantren Al-Falah, Koperasi Jasa LKMS Bank Wakaf Mikro Al-Falah, BSI Maslahat, serta berbagai pemangku kepentingan, program tersebut diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan syariah bagi masyarakat.

Kehadiran ratusan pelaku usaha mikro dalam Halmi Akbar 2026 menjadi bukti bahwa pemberdayaan berbasis pesantren mampu membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Libur Sekolah, Volume Pengguna Commuter Line Area 8 Surabaya Melonjak 11,69%

Total volume pengguna commuter line di area 8 Surabaya menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.

PPLI dan DESI Hadirkan Soiusi Pengelolaan Limba yang Aman dan Berkelanjutan

Wujud sinergi DOWA Group di Indonesia dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang aman, inovatif, dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Kisah Apoteker asal Surabaya Lolos S3 Griffith University Australia

Alumni Farmasi UNAIR apt. Khusnul Fitri Hamidah melanjutkan studi doktoral di Griffith University setelah berkarier di RS Universitas Airlangga

Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan mediasi kepada kedua belah pihak. Namun belum menemukan titik temu dalam pembahasannya.

Krisis Biokultural Ancam Bahasa, Ritual, dan Pengetahuan Masyarakat Adat

WGII mengingatkan krisis biokultural mengancam bahasa, ritual, dan pengetahuan Masyarakat Adat yang selama ini menjaga alam Indonesia.

Kalahkan Jerman Melalui Drama Adu Penalti, Paraguay Melaju ke Babak 16 Besar

Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time, Paraguay mengunci tiket 16 besar dengan kemenangan 4-3 di adu penalti.