Rabu, 22 Jul 2026 08:40 WIB

Horor! 1.300 Kematian Dilaporkan Akibat Gelombang Panas Ekstrem Eropa

Panas ekstrem (ilustrasi/jatimnow.com)
Panas ekstrem (ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 kematian terjadi di Eropa sejak 21 Juni 2026 akibat gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah benua tersebut. 

Gelombang panas ini memecahkan rekor suhu terekstrem di sejumlah negara yang membebani sistem kesehatan tubuh.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui akun X mengatakan bahwa Eropa kini menjadi benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia.

"Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan paling cepat di Bumi, dengan laju dua kali rata-rata global. Saat ini 150 juta orang hidup di bawah suhu ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah ditutup, dan jaringan listrik berada di bawah tekanan," dikutip Senin, (29/6/2026)

Di Prancis, otoritas kesehatan juga mencatat sekitar 1.000 kematian terjadi hanya dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

Sementara jutaan warga di berbagai negara Eropa juga masih menghadapi suhu yang sangat tinggi. 

Di sebagian wilayah Jerman, Republik Ceko, Hungaria, dan Polandia suhu tercatat mencapai di atas 35 derajat Celsius.

WHO menyatakan terus bekerja sama dengan negara-negara anggotanya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons sistem kesehatan.

Baca Juga: BPBD Kota Kediri Selesaikan Penanganan Dampak Hujan Angin Jumat Sore

Tedros juga mendesak pemerintah di Eropa segera menerapkan rencana aksi kesehatan menghadapi gelombang panas guna mengurangi risiko kematian dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim

"Lebih dari 1.300 kematian berlebih telah tercatat sejak 21 Juni terkait suhu tinggi di Eropa. Stres akibat panas sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' karena rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dirancang untuk menghadapi suhu setinggi ini," pungkasnya, menjelaskan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.