Minggu, 28 Jun 2026 13:37 WIB

Film Foufo Angkat Talenta Surabaya dan Madura, Tayang 9 Juli

Bayu Skak saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (27/6/2026). (Foto/jatimnow.com)
Bayu Skak saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (27/6/2026). (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Film Foufo bukan sekadar menjadi film komedi sci-fi terbaru garapan Bayu Skak. Produksi Skak Studios bersama Sinemart itu juga menjadi panggung bagi ratusan talenta lokal Surabaya, Jawa Timur, dan Madura.

Sebelum tayang serentak di bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026, film tersebut lebih dulu menyapa penonton Surabaya melalui special screening yang seluruh tiketnya ludes terjual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Bayu Skak memilih Surabaya sebagai kota pertama pemutaran karena perjalanan produksi film dimulai dari sana.

Open casting yang digelar di Surabaya Utara berhasil menarik lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Madura.

Dari proses seleksi tersebut, hampir 80 persen pemain yang tampil di layar berasal dari peserta casting. Sebagian besar bahkan belum pernah berakting secara profesional.

Salah satu di antaranya adalah Siti Kam, perempuan berusia 63 tahun yang dipercaya memerankan Ibu Saiqona, sosok ibu Muslim yang bercita-cita menunaikan ibadah haji.

Tak hanya mengandalkan pemain lokal, proses produksi juga menggandeng Hompimpa, studio animasi asal Surabaya, untuk merancang karakter alien Foufo.

Kolaborasi tersebut menjadi upaya memberi ruang bagi industri kreatif daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Kami bangga menjadikan Surabaya bagian dari perjalanan film Foufo. Saat open casting, pesertanya mencapai 2.500 orang. Antusiasme warga Surabaya, Jawa Timur, dan Madura benar-benar luar biasa," kata produser sekaligus sutradara Bayu Skak saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Bayu, special screening perdana di Surabaya merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ikut terlibat sejak tahap awal produksi.

"Bukan hanya menjadi lokasi casting, kami juga mengajak talenta kreatif dan masyarakat Surabaya serta Jawa Timur menjadi bagian dari film ini. Karena itu, pemutaran perdana kami gelar di Surabaya," ujarnya.

Konferensi pers di Kencana Baja Hall menjadi pembuka rangkaian promosi yang dilanjutkan dengan Madura Fest Foufo serta special screening di Kaza Mall Surabaya.

Kisah Alien dan Mimpi Naik Haji

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Film Foufo mengangkat kisah Muslim, pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul rongsokan. Ia berpacu dengan waktu untuk melunasi biaya keberangkatan haji sang ibu.

Situasi berubah ketika seekor alien bernama Foufo jatuh ke rumahnya. Teknologi canggih milik makhluk luar angkasa itu membantu menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.

Masalah muncul saat energi Foufo habis tepat menjelang batas akhir pelunasan biaya haji.

Muslim harus memilih antara memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci atau membantu Foufo kembali ke kapal induknya.

Tretan Muslim Akui Tantangan Berakting

Film tersebut menjadi pengalaman pertama Tretan Muslim sebagai pemeran utama layar lebar. Selain harus memainkan adegan emosional, ia juga dituntut menggunakan tiga bahasa sekaligus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jatim, Surabaya dan 7 Daerah Ini Waspada Hujan Lebat

"Tantangannya bukan hanya harus akting serius dan sedih. Saya memakai bahasa Madura, Indonesia, dan Jawa dialek Surabaya. Karena sudah lama tidak memakai bahasa Madura dan sehari-hari juga tidak menggunakan dialek Surabaya, kadang saat pengambilan gambar masih sering tertukar," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keputusan Bayu Skak yang memberi kesempatan kepada banyak wajah baru.

"Saya salut karena banyak pemain yang bukan aktor profesional, tetapi semuanya memberikan penampilan terbaik. Orang Surabaya, Jawa Timur, dan Madura pantas bangga dengan hasilnya," katanya.

Sementara itu, Siti Kam mengaku tidak pernah membayangkan bisa bermain film di usia 63 tahun.

"Senang sekali mendapat kesempatan dari Mas Bayu bersama Skak Studios dan Sinemart. Ini pengalaman pertama saya bermain film. Saya bangga bisa berkarya bersama teman-teman dari Madura, Surabaya, dan Jawa Timur," ucapnya.

Film Foufo dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

PMI Jember dan Jepang Evaluasi Program Kesiapsiagaan serta Pengurangan Risiko Bencana

jatimnow.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama mitranya dari Jepang melakukan evaluasi terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan

DASS 100 Tahun Gontor Pukau Ribuan Penonton, Santri dan Guru Tampil Spektakuler

Beragam pertunjukan seni disajikan secara megah, mulai dari teater, reog, tari-tarian nusantara, tari mancanegara seperti Jepang dan India, hingga konser musik.

Dinsos Kota Probolinggo: Penerima Bansos Terlibat Judi Online Bakal Dicoret

“Kalau ada penerima bansos yang main judol bisa dilaporkan ke kita," ujar Siti Romlah.

Surabaya Cerah Sepanjang Hari, Akhir Pekan Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan

Tidak terlihat indikasi hujan pada rentang waktu prakiraan yang ditampilkan BMKG Juanda.

Usai Kerjakan Skripsi, Mahasiwi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Usai pulang dari kampus, korban bersama temannya datang ke kos untuk mengerjakan tugas skripsi.

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Probolinggo-Besuki Kini Cuma Sejam

Konstruksi utama Jalan Tol Prosiwangi Tahap 1 (Gending-Besuki) telah rampung 100 persen. Jasa Marga memastikan waktu tempuh ke wilayah timur Jawa akan terpangkas signifikan.