Minggu, 28 Jun 2026 13:34 WIB

UATAS Ingatkan Mahasiswa UNISMA Waspadai FOMO dan Jebakan Paylater

PT Plus Ultra Abadi (UATAS) menjadi pemateri program Pindar Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, Rabu (24/6/2026). (Foto: UATAS for jatimnow.com)
PT Plus Ultra Abadi (UATAS) menjadi pemateri program Pindar Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, Rabu (24/6/2026). (Foto: UATAS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemudahan bertransaksi secara digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Melihat kondisi tersebut, PT Plus Ultra Abadi (UATAS) mengajak mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) meningkatkan literasi keuangan agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif maupun penggunaan layanan pinjaman yang berlebihan.

Edukasi tersebut disampaikan dalam program Pindar Mengajar yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Program SIGAP Resmi Meluncur, Prudential Syariah Dorong Wirausaha Muda

Direktur Pengembangan Bisnis UATAS, Shintya Maulida, mengatakan mahasiswa sebagai bagian dari Generasi Z memiliki peran besar terhadap masa depan kesehatan finansial Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah Gen Z mencapai sekitar 75 juta jiwa atau hampir 28 persen dari total penduduk Indonesia.

Menurutnya, kemudahan berbelanja melalui platform digital sering kali memicu perilaku konsumtif. Fenomena fear of missing out (FOMO), tren flash sale, hingga layanan paylater membuat banyak orang membeli barang tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan.

"Digitalisasi memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, di saat yang sama muncul tantangan berupa gengsi, FOMO, kemudahan transaksi digital, hingga impulse buying akibat flash sale maupun paylater," ujar Shintya.

Ia menjelaskan kebebasan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, melainkan kemampuan mengatur pengeluaran, menentukan prioritas, serta menyiapkan kebutuhan masa depan.

Untuk mengurangi perilaku belanja impulsif, Shintya menyarankan mahasiswa membuat anggaran bulanan, menetapkan batas pengeluaran, menghindari belanja saat kondisi emosional, serta rutin mengevaluasi pengeluaran.

Baca Juga: Pemkot Kediri dan OJK Perkuat Kecakapan Finansial Wanita Lewat Program SICANTIK

Selain itu, penggunaan pinjaman juga harus didasarkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan disesuaikan dengan kemampuan membayar.

Bila dana dipakai untuk usaha produktif, tenor pinjaman sebaiknya mengikuti proyeksi pemasukan dari bisnis yang dijalankan.

Tak hanya membahas pengelolaan uang, UATAS juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi di tengah meningkatnya aktivitas digital.

"Mahasiswa memiliki peluang besar memanfaatkan layanan digital secara produktif. Namun mereka juga harus memahami risiko yang ada agar setiap keputusan finansial dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab," katanya.

Baca Juga: Rumah Literasi Digital Respons Maaf PT Siber Shop Soal Hapus Berita

Partisipasi UATAS dalam program Pindar Mengajar menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri fintech.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan akses terhadap layanan keuangan sudah cukup tinggi, tetapi pemahaman masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

Ke depan, UATAS menyatakan akan terus menjalankan berbagai program edukasi terkait pengelolaan keuangan, literasi digital, dan keamanan data agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

PMI Jember dan Jepang Evaluasi Program Kesiapsiagaan serta Pengurangan Risiko Bencana

jatimnow.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama mitranya dari Jepang melakukan evaluasi terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan

DASS 100 Tahun Gontor Pukau Ribuan Penonton, Santri dan Guru Tampil Spektakuler

Beragam pertunjukan seni disajikan secara megah, mulai dari teater, reog, tari-tarian nusantara, tari mancanegara seperti Jepang dan India, hingga konser musik.

Dinsos Kota Probolinggo: Penerima Bansos Terlibat Judi Online Bakal Dicoret

“Kalau ada penerima bansos yang main judol bisa dilaporkan ke kita," ujar Siti Romlah.

Surabaya Cerah Sepanjang Hari, Akhir Pekan Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan

Tidak terlihat indikasi hujan pada rentang waktu prakiraan yang ditampilkan BMKG Juanda.

Usai Kerjakan Skripsi, Mahasiwi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Usai pulang dari kampus, korban bersama temannya datang ke kos untuk mengerjakan tugas skripsi.

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Probolinggo-Besuki Kini Cuma Sejam

Konstruksi utama Jalan Tol Prosiwangi Tahap 1 (Gending-Besuki) telah rampung 100 persen. Jasa Marga memastikan waktu tempuh ke wilayah timur Jawa akan terpangkas signifikan.