Senin, 22 Jun 2026 21:35 WIB

Surabaya Fashion Festival Jadi Magnet, Warga Bebas Foto Bareng Peraga

Peraga melayani foto saat melintas di kawasan Jalan Tunjungan, Minggu (21/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Peraga melayani foto saat melintas di kawasan Jalan Tunjungan, Minggu (21/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Parade Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026 berhasil menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Tunjungan, Minggu (21/6/2026). Ajang fesyen dan budaya yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Puncak Surabaya Fashion Festival 2026 diawali dengan Senam Dahlan Iskan di Balai Kota Surabaya. Setelah itu, parade busana dan marching band bergerak dari kawasan Siola di Jalan Tunjungan menuju Balai Kota Surabaya.

Baca Juga: Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Buka Jalan Monetisasi Kreator Indonesia

Sepanjang rute parade, masyarakat terlihat antusias mengabadikan penampilan para peraga busana, komunitas budaya, hingga peserta marching band yang tampil dengan beragam kostum dan atraksi.

Warga lebih dekat dan bisa berinteraksi dengan para peraga. (Ali Masduki/jatimnow.com)Warga lebih dekat dan bisa berinteraksi dengan para peraga. (Ali Masduki/jatimnow.com)

Selain itu, ada yang menarik pada gelaran SFF 2026 ini. Warga yang menyaksikan pagelaran bisa foto bersama dengan peraga saat melintas.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan penyelenggaraan SFF yang memasuki tahun kedua diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya warga Surabaya dapat menikmati kegiatan ini sekaligus memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya,” kata Fikser.

Menurut dia, Surabaya Fashion Festival menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan dunia fesyen, seni, budaya, dan industri kreatif dalam satu rangkaian kegiatan terbuka di kawasan ikonik Kota Pahlawan.

Konsep tersebut memberi ruang bagi desainer lokal serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada publik. Langkah itu juga dinilai mampu memperkuat posisi Surabaya sebagai kota yang mendukung kreativitas dan inovasi.

“Jalan Tunjungan telah menjadi catwalk raksasa yang mempertemukan seni, budaya, dan inovasi fesyen dalam Surabaya Fashion Festival 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Parade Fashion hingga Drum Band, SFF 2026 Siap Hebohkan Surabaya

Warna-warni kostum peraga menjadi pusat perhatian. (Ali Masduki/jatimnow.com)Warna-warni kostum peraga menjadi pusat perhatian. (Ali Masduki/jatimnow.com)

Ketua Panitia SFF 2026, Djoko Setyo, mengungkapkan jumlah peserta yang terlibat mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari sekolah, komunitas budaya, hingga kelompok marching band dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Tercatat sebanyak 27 tim paskibra ikut ambil bagian, dengan setiap tim beranggotakan sekitar 30 hingga 40 pelajar SMP dan SMA. Sementara peserta parade Surabaya Fashion Festival mencapai 1.643 orang, ditambah 10 komunitas budaya nusantara dengan total 530 peserta.

Djoko mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir selama penyelenggaraan acara. Ia berharap Surabaya Fashion Festival dapat terus berkembang dan menghadirkan konsep yang lebih meriah pada tahun mendatang.

“Terima kasih kepada masyarakat Surabaya yang telah memberikan dukungan dan antusiasme luar biasa. Semoga tahun depan acara ini bisa kembali hadir dengan skala yang lebih besar,” ucapnya.

Baca Juga: Workshop Crochet Kirby di Surabaya Dorong UMKM Handmade Lokal

Salah satu peserta mengenakan kostum piala dunia. (Ali Masduki/jatimnow.com)Salah satu peserta mengenakan kostum piala dunia. (Ali Masduki/jatimnow.com)

Surabaya Fashion Festival 2026 digelar oleh Memorandum bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Rangkaian acara dimulai sejak 19 Juni 2026 melalui lomba mewarnai untuk anak usia dini di Balai Kota Surabaya.

Pada hari kedua, peserta mengikuti berbagai kompetisi seperti tari tradisional dan kreasi, keterampilan baris-berbaris, serta lomba band tingkat SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur. Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan DJ.

Sebagai penutup perhelatan, panggung hiburan “Suroboyo Ambyar” menghadirkan penampilan penyanyi Wawa Widi pada Minggu malam.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.