Senin, 22 Jun 2026 23:49 WIB

Nirina Zubir: Jangan Buang Ibu Jadi Pengingat untuk Tidak Melupakan Orang Tua

Film Jangan Buang Ibu akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026. (Foto: Leo Pictures)
Film Jangan Buang Ibu akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026. (Foto: Leo Pictures)

jatimnow.com - Film drama keluarga Jangan Buang Ibu sukses mengaduk emosi ratusan penonton saat gala premiere di XXI Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Karya terbaru Leo Pictures tersebut menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia: hubungan anak dan orang tua yang perlahan renggang di tengah kesibukan zaman.

Baca Juga: Tayang Lebaran, Film Keluarga Pelangi di Mars Hadirkan Sci-Fi Anak Kelas Dunia

Film yang dibintangi Nirina Zubir itu akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Mengangkat cerita tentang seorang ibu yang harus menghadapi kenyataan ketika anak-anaknya kesulitan merawatnya di masa tua, Jangan Buang Ibu menjadi refleksi atas perubahan pola kehidupan keluarga modern.

Kisah tersebut mengingatkan bahwa perhatian kepada orang tua kerap tersisih oleh berbagai tuntutan hidup.

Nirina Zubir mengatakan film keluarga tersebut lahir sebagai pengingat agar masyarakat tidak menunda memberi waktu bagi keluarga, terutama orang tua.

“Sering kali kita merasa orang tua akan selalu ada. Akhirnya mereka ditempatkan di urutan kedua atau ketiga. Padahal waktu bersama mereka sangat terbatas. Selagi masih ada kesempatan, gunakan untuk mendekatkan diri dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat berjarak,” kata Nirina usai pemutaran film.

Menurutnya, sosok ibu selalu menunggu kabar dari anak-anaknya, meski terkadang tidak pernah mengungkapkannya secara langsung.

Peran sebagai Ibu Ristiana menjadi tantangan tersendiri bagi Nirina. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter yang menjalani perjalanan hidup dari usia produktif hingga menjadi lansia berusia sekitar 70 tahun.

“Prosesnya menantang karena saya harus menjalani makeup yang sangat panjang dan memerankan usia yang jauh di atas usia saya sekarang. Tapi saya bersyukur karena karakter ini membuat saya belajar banyak, bukan hanya soal akting, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Pengalaman itu bahkan membawa perubahan emosional bagi Nirina. Awalnya ia menganggap film tersebut sebagai pesan untuk anak-anaknya. Namun setelah mendalami karakter Ristiana, pandangannya berubah.

Baca Juga: "English Vinglish" Jalin Jembatan Budaya India-Indonesia di Surabaya

“Saya sempat berpikir film ini untuk anak-anak saya. Ternyata setelah menjalaninya, saya merasa film ini justru menjadi surat cinta saya kepada ibu saya,” tuturnya.

Kekuatan cerita juga dirasakan para pemain. Nirina mengungkapkan lawan mainnya, Saputra Kori, menangis setiap kali menonton ulang film tersebut selama rangkaian roadshow.

“Dia sudah lima kali menonton dan lima kali juga menangis. Padahal kami yang bermain di filmnya. Ceritanya sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan keluarga sehingga terasa sekali emosinya,” katanya.

Meski mengantongi klasifikasi usia 13 tahun ke atas, Nirina menilai Jangan Buang Ibu layak ditonton bersama keluarga.

“Harapan saya tiga generasi bisa duduk bersama di bioskop. Nenek, ibu, dan anak menonton bareng, lalu setelah keluar studio muncul percakapan hangat di rumah,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Hal Menarik Film Zanna: Whisper of the Volcano Isle Karya Animator Indonesia

Gala premiere di Surabaya turut mengundang penghuni panti jompo untuk menikmati pemutaran film bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para lansia.

Pada kesempatan yang sama, Leo Pictures memberikan penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur kepada sejumlah perempuan dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan hingga kegiatan sosial.

Film Jangan Buang Ibu mengisahkan perjuangan Ristiana yang membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah ditinggal suami.

Konflik muncul ketika keluarga tersebut harus menghadapi beban utang besar yang mengancam keharmonisan mereka.

Di tengah persoalan itu, hubungan antara ibu dan anak diuji oleh pilihan-pilihan hidup yang tidak mudah.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.