Ketua DPRD Surabaya Dorong Perencanaan Pembangunan Basis Solusi Jangka Panjang
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 12 Jun 2026 13:07 WIB
jatimnow.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian masalah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurut Syaifuddin, pembangunan kota tidak boleh lagi dilakukan dengan pendekatan jangka pendek yang hanya mengatasi persoalan sesaat tanpa menyentuh akar permasalahan.
Baca Juga: Konflik Warga Menur Surabaya dan Gereja Bethany Indonesia Berujung Mufakat
"Pembangunan tidak boleh lagi terjebak pada pola tambal sulam yang hanya menyelesaikan persoalan sesaat tanpa menyentuh akar masalah," kata Syaifuddin, Jumat (11/6/2026).
Dirinya menilai, pembangunan yang efektif harus diawali dengan kemampuan pemerintah memetakan persoalan secara komprehensif melalui kajian yang matang.
Dengan pendekatan tersebut, program-program yang lahir melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ia mengingatkan agar penggunaan anggaran daerah tidak hanya menghasilkan solusi sementara yang membuat persoalan yang sama terus berulang setiap tahun.
"Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan setiap tahun, tetapi problem yang sama terus berulang. Kalau hanya menyelesaikan gejala tanpa memahami akar persoalannya, maka pembangunan tidak akan pernah selesai," ujarnya.
Salah satu contoh yang disoroti adalah persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Surabaya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Komitmen Kawal Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus
Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup dilakukan melalui pembangunan saluran secara parsial, tetapi harus mengacu pada sistem drainase yang terintegrasi dari tingkat kampung hingga skala kota.
"Kalau bicara banjir, harus ada masterplan drainase yang jelas. Kita harus tahu aliran air dari mana, hambatannya di mana, dan muaranya ke mana. Jangan sampai membangun saluran di satu titik, tetapi ternyata justru memindahkan masalah ke wilayah lain," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas fisik infrastruktur maupun besarnya anggaran yang digelontorkan. Lebih penting lagi, pembangunan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan.
"Percuma spesifikasi bangunannya bagus, kualitas materialnya tinggi, tetapi penempatannya tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir
Syaifuddin juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Surabaya yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengurangi sejumlah titik genangan dan banjir melalui pembangunan drainase serta normalisasi saluran.
Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya tersebut perlu terus dilanjutkan dengan perencanaan yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Selain penanganan banjir, ia turut menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya. Menurutnya, pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat dan tidak hanya berfokus pada kawasan tertentu.
"Pembangunan harus menghadirkan rasa keadilan. Jangan sampai ada kawasan yang terus dipercantik, sementara kawasan lain belum mendapatkan fasilitas dasar yang sama," katanya.
Editor : Ni'am Kurniawan