Sabtu, 20 Jun 2026 21:17 WIB

PTFI Bagikan Praktik Baik Tata Kelola Sumber Daya Mineral kepada ASOSAI WGEA

Suasana kunjungan Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik. (Foto: PTFI for jatimnow.com)
Suasana kunjungan Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik. (Foto: PTFI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 16 peserta Delegasi Asian Organization of Supreme Audit Institutions - Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia mengunjungi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan ini untuk mengetahui lebih lanjut pengelolaan sumber daya mineral, proses pemurnian mineral bernilai tambah, dan aspek pengelolaan lingkungan di industri pertambangan.

“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Moeed Ali, perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (Supreme Audit Institution/SAI) Pakistan, Direktur Jenderal Audit (Perubahan Iklim dan Lingkungan), melalui rilis yang diterima redaksi, pada Selasa (9/6/2026)

Baca Juga: Serunya Freeport Grassroots Tournament 2026, Diikuti 300 Pesepakbola Cilik di Gresik

ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah ASOSAI yang berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara di kawasan Asia dalam bidang audit lingkungan. Saat ini, ASOSAI WGEA beranggotakan sekitar 32 negara, di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Rusia, dan negara lainnya.

Kelompok kerja ini bertujuan membangun pemahaman dan memperkuat kerja sama di antara para anggotanya melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang audit lingkungan. ASOSAI WGEA juga memfasilitasi pelatihan dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas serta kinerja auditor negara dalam melakukan audit lingkungan.

Perwakilan BPK menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026. Para peserta berasal dari berbagai negara, yakni Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia.

Baca Juga: Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim Dhuafa Jelang Idul Fitri

Melalui agenda ini, BPK berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana audit sektor publik dapat mendukung pengelolaan sumber daya yang akuntabel dan berkelanjutan.

"Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan," kata Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi.

Baca Juga: Gus Lilur Siapkan Tambang TBA Pasok 9 Pabrik Kalsium Karbonat Jatim

Dalam kunjungan tersebut, Jenpino menjelaskan operasional pertambangan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir yang mencakup kegiatan penambangan, pengolahan, hingga pemurnian di smelter dari hulu hingga ke hilir. Sesi ini turut menyoroti praktik manajemen lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta berbagai upaya keberlanjutan yang menjadi bagian dari operasional perusahaan.

Usai sesi pemaparan, delegasi meninjau langsung fasilitas Smelter PTFI untuk melihat proses operasional, teknologi, pemurnian mineral, serta penerapan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan yang diterapkan di smelter.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.