Rabu, 17 Jun 2026 18:30 WIB

Gadaikan Motor Ayah, Nakes di Probolinggo Pura-Pura Dibegal

NPW (baju biru dongker) saat membuat pengakuan di Mapolsek Kraksaan, Probolinggo. (Foto: Polsek Kraksaan for jatimnow.com)
NPW (baju biru dongker) saat membuat pengakuan di Mapolsek Kraksaan, Probolinggo. (Foto: Polsek Kraksaan for jatimnow.com)

jatimnow.com – Polsek Kraksaan, Probolinggo, mengungkap fakta di balik kabar pembegalan tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Waluyojati yang sempat viral dan meresahkan warga.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kraksaan pada Senin (1/6/2026) malam tersebut dipastikan adalah laporan palsu.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Pelaku berinisial NPW (33), warga Desa Sumber, akhirnya mengakui bahwa cerita pembegalan yang ia sebar adalah karangan sendiri saat menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kraksaan, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, NPW nekat merekayasa kejadian tersebut untuk menutupi perbuatannya menggadaikan sepeda motor milik ayahnya kepada seseorang berinisial SA seharga Rp1,5 juta demi kebutuhan ekonomi.

Untuk melancarkan skenarionya, NPW nekat melukai tangan dan kepalanya sendiri menggunakan silet agar terlihat seolah-olah menjadi korban tindak kriminal. Setelah melukai diri, ia mendatangi IGD RSUD Waluyojati dan mengaku dibegal.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Kejadian pembegalan di sekitar Makam Pahlawan itu tidak benar, itu hasil rekayasa saya sendiri. Saya khilaf dan memohon maaf kepada kepolisian serta masyarakat Kabupaten Probolinggo," ujar NPW saat memberikan klarifikasi.

Kecurigaan polisi muncul setelah ditemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari kondisi luka, olah TKP, hingga keterangan saksi di lokasi yang tidak mendapati adanya peristiwa pembegalan pada waktu tersebut.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Informasi yang tidak sesuai fakta sangat meresahkan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan tidak mudah percaya atau menyebarkan berita yang belum terverifikasi secara resmi," tegas Masykur.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.