Sabtu, 06 Jun 2026 05:11 WIB

Bikkhu Buddha di Tulungagung Gelar Tradisi Pindapata Jelang Waisak

Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. Tradisi ini melibatkan para calon Bikkhu atau Samanera yang berjalan kaki mengelilingi vihara sambil mengumpulkan sedekah makanan dari umat, sebagai simbol kerendahan hati, kebersamaan, dan nilai berbagi. Tradisi ini dilakukan menjelang memperingati detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Pembina rohaniawan Vihara Buddha Loka Theravada, Pandita Sugianto mengatakan tradisi Pindapata merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan Waisak, yang tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga bagian dari praktik spiritual dalam ajaran Buddha. Para calon Bikkhu membawa mangkuk makanan atau patta, yang digunakan untuk menerima persembahan dari umat sepanjang rute yang telah ditentukan di sekitar vihara. Tradisi ini juga mencerminkan hubungan timbal balik antara Bikkhu dan umat.

Baca Juga: Umat Buddha Tulungagung Gelar Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

“Dalam tradisi Pindapata ini umat memberikan sedekah berupa makanan kepada para Bikkhu,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Sugianto menjelaskan, Bikkhu memiliki tugas membimbing umat secara rohani, sementara umat berkewajiban memenuhi empat kebutuhan dasar para Bikkhu, yaitu sandang, pangan, papan, dan obat-obatan. Tradisi ini juga disebut sebagai sanghadana, yakni bentuk penghormatan murid kepada guru, dengan harapan mendapatkan berkah atas kebajikan yang dilakukan.

Baca Juga: 25 Narapidana Budha di Jatim Dapat Remisi Khusus Waisak

“Umat yang memberi sedekah akan mendapat buahnya, seperti berkah kesehatan, kekuatan serta rezeki yang mengalir halal,” jelasnya.

Pindapata menjadi kegiatan penutup menjelang perayaan detik-detik Waisak, yang akan ditandai dengan ritual Pradaksina atau mengelilingi altar utama sebanyak tiga kali. Upacara ini memperingati momen penting saat Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sempurna.

Baca Juga: Hadiri Perayaan Waisak di Malang, Ini Pesan Biksu asal Thailand

“Kita berharap dalam momen Tri Suci Waisak ini bisa semakin kokoh dan kuat secara keyakinan dan melakukan dharma sang Buddha dengan lebih baik sesuai dengan tujuan kita meraih kebahagiaan yang abadi,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.