Rabu, 22 Jul 2026 04:07 WIB

Bikkhu Buddha di Tulungagung Gelar Tradisi Pindapata Jelang Waisak

Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Umat Buddha di Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. Tradisi ini melibatkan para calon Bikkhu atau Samanera yang berjalan kaki mengelilingi vihara sambil mengumpulkan sedekah makanan dari umat, sebagai simbol kerendahan hati, kebersamaan, dan nilai berbagi. Tradisi ini dilakukan menjelang memperingati detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Pembina rohaniawan Vihara Buddha Loka Theravada, Pandita Sugianto mengatakan tradisi Pindapata merupakan salah satu rangkaian penting dalam perayaan Waisak, yang tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga bagian dari praktik spiritual dalam ajaran Buddha. Para calon Bikkhu membawa mangkuk makanan atau patta, yang digunakan untuk menerima persembahan dari umat sepanjang rute yang telah ditentukan di sekitar vihara. Tradisi ini juga mencerminkan hubungan timbal balik antara Bikkhu dan umat.

Baca Juga: Umat Buddha Tulungagung Gelar Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

“Dalam tradisi Pindapata ini umat memberikan sedekah berupa makanan kepada para Bikkhu,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Sugianto menjelaskan, Bikkhu memiliki tugas membimbing umat secara rohani, sementara umat berkewajiban memenuhi empat kebutuhan dasar para Bikkhu, yaitu sandang, pangan, papan, dan obat-obatan. Tradisi ini juga disebut sebagai sanghadana, yakni bentuk penghormatan murid kepada guru, dengan harapan mendapatkan berkah atas kebajikan yang dilakukan.

Baca Juga: 25 Narapidana Budha di Jatim Dapat Remisi Khusus Waisak

“Umat yang memberi sedekah akan mendapat buahnya, seperti berkah kesehatan, kekuatan serta rezeki yang mengalir halal,” jelasnya.

Pindapata menjadi kegiatan penutup menjelang perayaan detik-detik Waisak, yang akan ditandai dengan ritual Pradaksina atau mengelilingi altar utama sebanyak tiga kali. Upacara ini memperingati momen penting saat Siddhartha Gautama mencapai pencerahan sempurna.

Baca Juga: Hadiri Perayaan Waisak di Malang, Ini Pesan Biksu asal Thailand

“Kita berharap dalam momen Tri Suci Waisak ini bisa semakin kokoh dan kuat secara keyakinan dan melakukan dharma sang Buddha dengan lebih baik sesuai dengan tujuan kita meraih kebahagiaan yang abadi,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.