Sabtu, 06 Jun 2026 05:59 WIB

Umat Buddha Tulungagung Gelar Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Umat Buddha di Tulungagung gelar Atthami Puja di Candi Sanggrahan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Umat Buddha di Tulungagung gelar Atthami Puja di Candi Sanggrahan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Umat Buddha Tulungagung mengikuti ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Minggu (18/5/2025). Ritual ini dilakukan 8 hari setelah perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak.

Hari ke 8 setelah Waisak merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama. Dalam ritual ini mereka melakukan Pradaksina atau berjalan mengelilingi candi sebanyak 3 kali. Mereka juga membaca puja di depan altar yang sudah disiapkan.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Pembina rohaniawan Vihara Buddha Loka Theravada, Pandita Sugianto mengatakan ritual ini diikuti umat Buddha di wilayah Tulungagung. Mereka memilih Candi Sanggrahan sebagai lokasi Atthami Puja karena memiliki kisah sejarah yang mendekati ritual ini.

Candi peninggalan zaman Kerajaan Majapahit ini merupakan lokasi persinggahan abu jenasah seorang Bikhuni bernama Rajapatni Dewi Gayatri.

“Candi ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan umat Buddha karena menjadi persinggahan abu jenasah seorang Bikhuni," ujarnya, Minggu (18/5/2025).

Baca Juga: Bikkhu Buddha di Tulungagung Gelar Tradisi Pindapata Jelang Waisak

Ritual ini merupakan peringatan saat dikremasinya jenasah sang Buddha Gautama. Mereka mengawali ritual ini dengan melakukan Pradaksina. Setelah itu mereka membacakan puja untuk Buddha, Damma dan Sangha. Mereka juga membacakan doa di depan altar yang sudah disiapkan.

“Kita juga melakukan penutupan dengan Pattidana atau pelimpahan jasa yang kami persembahkan untuk leluhur atau makhluk hidup lainnya dengan harapan memancarkan energi positif dan memberikan kebahagiaan dengan seluruh makhluk," terangnya.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Ritual Athami Puja ini belum banyak dikenal bagi umat Buddha. Mayoritas mereka hanya mengenal perayaan Hari raya Tri Suci Waisak saja. Di Tulungagung sendiri ritual ini baru dilakukan sejak empat terakhir. Banyaknya Biksu yang memperdalam ajaran Buddha di negara lain membuat ritual ini baru dilakukan di Indonesia.

“Sebenarnya ritual ini sudah lama ada, namun belum banyak dikenal umat di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.