Selasa, 23 Jun 2026 00:39 WIB

Awas, Bahaya Bungkus Daging Kurban Pakai Kantong Plastik Hitam

Pendistribusian daging kurban. (Foto: Gemini AI)
Pendistribusian daging kurban. (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, isu keamanan pangan dalam proses penanganan dan distribusi daging kurban kembali menjadi sorotan tajam. Pasalnya, mayoritas penyembelihan hewan kurban di Indonesia masih dilakukan secara tradisional di permukiman warga.

Jika tidak dibarengi dengan standar sanitasi yang ketat, praktik ini menyimpan ancaman serius berupa kontaminasi bakteri pada daging. Peringatan tegas ini disampaikan pakar kedokteran hewan Universitas Airlangga (Unait), Prof. Mustofa Helmi Effendi. Ia menyoroti tingginya risiko pencemaran silang akibat banyaknya masyarakat awam yang ikut serta memotong daging tanpa dibekali keahlian khusus.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Salurkan 101 Hewan Kurban di Jatim

“Kita harus menyadari bahwa perundang-undangan di Indonesia masih memungkinkan penyembelihan dilakukan di luar Rumah Potong Hewan (RPH). Akibatnya, banyak orang yang tidak mengerti teknik pemotongan, teknik pencacahan, dan teknik pengulitan ikut ambil bagian, yang mana ini sangat rawan kontaminasi,” ungkap Prof. Mustofa.

Salah satu fase paling kritis dalam rantai kurban adalah saat pembagian daging. Prof. Mustofa menyoroti kebiasaan panitia kurban di masyarakat yang sering kali membagikan daging menggunakan wadah seadanya, khususnya kantong plastik daur ulang berwarna hitam.

Praktik ini sangat berbahaya karena plastik daur ulang tidak dirancang untuk bersentuhan langsung dengan makanan siap konsumsi dan kaya akan bahan kimia beracun.

“Sebaiknya menggunakan wadah yang tidak mengontaminasi. Jangan menggunakan plastik hasil daur ulang dan plastik berwarna hitam. Pakailah kantong plastik yang food grade (khusus makanan), yang potensi kontaminannya sangat sedikit,” tegasnya.

Baca Juga: TPS Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban untuk Warga dan Mitra

Selain masalah pengemasan, Prof. Mustofa juga mengingatkan pentingnya pemisahan secara ketat antara daging bersih dan jeroan (organ dalam). Panitia juga dilarang keras meletakkan daging di atas tanah atau alas yang tidak terjamin kebersihannya.

Untuk skala rumah tangga, ia memberikan tips khusus agar kualitas daging tetap terjaga awet. Sebelum dimasukkan ke dalam freezer, daging harus dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar proses pembekuan merata dan mencegah penurunan kualitas gizi.

Lebih jauh, pakar kesehatan hewan ini menegaskan bahwa standar keamanan pangan hewan kurban di Indonesia wajib mengacu pada prinsip ASUH. Yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

“Di sini, yang utama itu adalah kehalalan dulu. Jangan bicara keamanan pangan dulu jika proses penyembelihannya tidak sesuai syariat. Keduanya harus berjalan beriringan,” urai Mustofa.

Sebagai langkah preventif maksimal, kehadiran dokter hewan di setiap lokasi penyembelihan sangat diharapkan. Pemeriksaan klinis antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih) dinilai krusial guna memastikan kelayakan konsumsi.

“Jika konsep (ASUH dan pemeriksaan medis) ini sudah menjadi bagian dari proses penyelenggaraan ibadah kurban, maka Insya Allah daging yang dihasilkan dan dikonsumsi masyarakat adalah daging yang benar-benar berkualitas dan aman,” pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.