Minggu, 21 Jun 2026 14:07 WIB

5 Fakta Ledakan Petasan di Malang: Pernah Meledak 10 Tahun Lalu, Kini Korban Tewas

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi ledakan petasan di Kepanjen, Malang. (Foto: Satreskrim Polres Malang/jatimnow.com)
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi ledakan petasan di Kepanjen, Malang. (Foto: Satreskrim Polres Malang/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pria berinisial S (48), warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tewas usai petasan yang sedang diraciknya untuk persiapan Idul Adha meledak, pada Sabtu (23/5/2026). Berikut lima fakta di balik peristiwa tragis tersebut 

1. Ledakan terdengar hingga desa tetangga

Ketua RT 9 RW 1 Desa Jenggolo, Sujarno mengatakan suara ledakan petasan di rumah S, terdengar sangat keras hingga radius ratusan meter.

Baca Juga: Tim Gegana Polda Jatim Dalami Penyebab Petasan Meledak di Kasembon Malang

“Tahunya kita suara petasan meledak. Dari orang-orang terdengar sampai Desa Mangunrejo, Desa Sengguruh juga. Waktu kejadian keluarganya nggak ada yang kena, ada istri, mertua, dan anaknya. Mungkin pas kejadian mereka sedang keluar,” ucap Sujarno, Senin (25/5/2026).

Rumahnya hancur, S tewas dalam perawatan di rumah sakit dengan luka bakar yang cukup parag.

2. Korban sempat mengalami kejadian serupa 10 tahun lalu

Menurut Sujarno, ledakan petasan di rumah korban bukan pertama kali terjadi. Sekitar 10 tahun lalu, petasan buatan korban juga pernah meledak.

“Ini kejadian kedua kalinya. Sebelumnya pernah mungkin 10 tahun lalu, ngebross sampai sebagian rumahnya terbakar, tapi nggak separah ini,” jelas Sujarno.

3. Korban sempat dirawat sebelum tewas

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar menyebut korban ditemukan masih hidup dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Dia kemudiam dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meregang nyawa.

“Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh. Saat ditemukan masih hidup, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan,” kata Bambang Subinanjar.

Baca Juga: Petasan Meledak di Malang, Sejumlah Rumah Hancur, 1 Orang Dilaporkan Tewas

4. Polisi menemukan petasan siap ledak di lokasi

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan berbagai barang bukti berupa petasan dan bahan peledak di rumah korban. P

“Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran telah diamankan,” jelas Bambang.

Saat ini kepolisian masih mendalami penyebab pasti ledakan termasuk menelusuri asal-usul bubuk petasan itu.

“Saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang digunakan korban,” tambah Bambang.

Baca Juga: Video: Petasan Ledakan Rumah di Kediri, 4 Korban Luka Berat

5. Keluarga menolak autopsi korban

Setelah menjalani perawatan intensif sekitar dua jam di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi sempat mengajukan autopsi, namun pihak keluarga menolak.

“Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian ini,” pungkasnya.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.