Rabu, 22 Jul 2026 09:24 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Jember, DPRD Minta SPPG Tak Sekadar Kejar Untung

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 21 Mei 2026 21:45 WIB
Anggota Komisi D DPRD Jember, Gus Birbik. (dok. Pribadi)
Anggota Komisi D DPRD Jember, Gus Birbik. (dok. Pribadi)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Jember meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat, mengaku prihatin atas dugaan keracunan yang dialami belasan murid TK Hidayatullah Mubtadi’in, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Baca Juga: Aksi Progib Jember Dukung Program MBG, Desak Evaluasi Tata Kelola

“Jujur saya sangat kecewa dengan kondisi yang seperti ini. Kekecewaan ini tidak hanya sekedar ucapan saja, tapi kami harap kedepan ada tindaklanjut, terutama satgas MBG yang sudah dibentuk oleh bupati,” tegasnya, Kamis (21/5/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Birbik itu meminta Satgas MBG bertindak tegas terhadap SPPG Al-Mubarok Kaliwates yang diduga menyebabkan anak-anak mengalami keracunan.

Menurutnya, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan mencerdaskan anak bangsa sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, seluruh elemen yang terlibat harus memiliki persepsi yang sama.

“Sehingga tidak hanya memikirkan bisnisnya atau keuntungan saja, maka ini harus dipahami oleh masing-masing seluruh elemen terkait, baik pemerintah, pengelola, SPPG dan lain-lainnya,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab keracunan, di antaranya kurangnya ketelitian dalam pengolahan makanan serta pengawasan bahan baku oleh ahli gizi.

“Kalau memang berkaitan dengan lauk, atau ikan, maka butuh penelitian yang lebih detail. Mohon untuk bisa dilakukan jauh-jauh sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dari pihak pemasok bahan baku. Menurutnya, target pengiriman ke dapur MBG tidak boleh mengabaikan kualitas bahan makanan yang dikirimkan.

“Karena dengan kondisi yang mendesak atau mendadak, dan tidak teliti maka terjadi seperti ini. Termasuk juga para suplier juga memiliki perhatian lebih, jangan sampai melakukan kecerobohan hingga memberikan bahan baku yang tidak layak,” terangnya.

Selain itu, Gus Birbik turut menyinggung persoalan ketersediaan bahan baku segar di Jember seiring bertambahnya jumlah dapur MBG. Ia khawatir kondisi tersebut membuat pemasok mengirim bahan makanan secara asal-asalan.

“Karena memang ada target, bahan baku yang harus diserahkan ke dapur, sehingga semua bahan tidak dicek dari awal akhirnya diberikan kepada dapur. Ketika suplier salah kirim, pihak dapur MBH harus lebih tegas,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

Menurut Gus Birbik, persoalan MBG bukan hanya soal makanan, melainkan juga menyangkut keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan kejadian tersebut, ia berharap evaluasi terhadap standar higienitas seluruh dapur MBG segera dilakukan pemerintah agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Standarisasi higienis perlu di tinjau kembali oleh pemerintah untuk seluruh dapur-dapur MBG yang ada saat ini. Ada sangsi tegas bagi mereka yang tidak mematuhinya,” pintanya.

“Kami sangat kecewa dengan kondisi saat ini, ini pembelajaran ke dapur lain. Sekali lagi, kembali ke niat awal Bapak Presiden untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar hanya bisnis atau keuntungan, baik golongan atau pribadi,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.