Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Hampir Rampung, Tinggal Sentuhan Akhir
- Penulis : Yanuar D
- | Minggu, 17 Mei 2026 20:00 WIB
jatimnow.com - Revitalisasi Pasar Ngadiluwih hampir rampung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) kini tengah mempersiapkan tender sisa pengerjaan yang belum selesai yakni tahap finishing.
Kepala Disperdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah selesai dan kini pihaknya tinggal menunggu laporan resmi hasil audit tersebut.
Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri
“Alhamdulillah audit BPK sudah selesai, tinggal menunggu laporan resminya. Insyaallah tidak ada permasalahan. Selanjutnya kami masuk tahap persiapan tender atau pengadaan untuk sisa pekerjaan yang belum selesai,” katanya, Minggu (17/5/2026).
Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk menyempurnakan pembangunan pasar, yang difokuskan pada tahap finishing.
“Kurang lebih Rp2 miliar untuk menyelesaikan semuanya. Tinggal finishing,” ujarnya.
Menurut Tutik, pekerjaan utama revitalisasi Pasar Ngadiluwih sebenarnya telah rampung sesuai kontrak sebelumnya yang berakhir pada 5 Maret 2026. Namun, masih ada sejumlah penyempurnaan fisik yang perlu dikerjakan, seperti pembangunan pagar sisi barat, pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di area pasar, hingga penyelesaian fasad bangunan.
Disperdagin menargetkan proses tender dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Setelah itu, pekerjaan finishing diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini
“Kalau sesuai timeline kami, Insyaallah November seluruh pekerjaan Pasar Ngadiluwih sudah selesai,” jelasnya.
Selain fokus pada penyelesaian bangunan, Disperdagin juga mulai menyiapkan penataan pedagang. Saat ini, proses penomoran kios dan lapak, pemetaan zonasi, hingga pendataan pedagang sudah mulai dilakukan.
Nantinya, Pasar Ngadiluwih akan menampung sekitar 700 lapak dan 41 kios permanen. Area kuliner juga disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Tutik menjelaskan, penempatan pedagang akan dilakukan melalui sistem undian berdasarkan zonasi agar lebih tertib dan adil.
Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar
“Undiannya per zonasi. Jadi pedagang konveksi dengan konveksi, pracangan dengan pracangan, begitu juga pedagang daging basah. Tujuannya supaya tertib dan tidak menimbulkan gesekan,” terangnya.
Sementara terkait rencana penerapan sistem parkir elektronik seperti di Pasar Wates, Disperdagin menyebut hal itu belum menjadi prioritas utama. Fokus saat ini adalah memastikan pasar bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan para pedagang.
“Anggaran Rp2 miliar ini kami prioritaskan untuk kebutuhan utama dulu. Kalau e-parking belum bisa direalisasikan tahun ini, mungkin tahun depan. Yang penting pasar segera beroperasi, bermanfaat untuk pedagang, dan roda perekonomian bisa kembali berjalan,” pungkasnya.
Editor : Yanuar D