Minggu, 21 Jun 2026 19:06 WIB

Warga Nganjuk Menangis saat Prabowo Resmikan Museum Pejuang Buruh Marsinah

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 17 Mei 2026 08:00 WIB
Prabowo saat melihat isi Museum Ibu Marsina dan Rumah Singgah di Nganjuk. (Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia)
Prabowo saat melihat isi Museum Ibu Marsina dan Rumah Singgah di Nganjuk. (Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia)

jatimnow.com - Suasana haru menyelimuti peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Sabtu (16/5/2026). Museum ini didedikasikan untuk mengenang perjuangan aktivis buruh Marsinah itu.

Di antara ribuan hadirin, Nova dan Annisa, dua warga asli Nganjuk, tak kuasa menahan air matanya. Keduanya mengaku tidak menyangka perjuangan Marsinah kini diabadikan dalam sebuah museum yang diresmikan langsung oleh kepala negara.

Baca Juga: Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

"Terharu campur aduklah, sangat terharu. Perjuangannya sampai kayak seperti ini," ujar Annisa. "Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," timpal Nova.

Bagi keduanya, kehadiran Prabowo langsung di Nganjuk juga menjadi kebanggaan tersendiri sebagai warga setempat.

"Sangat bangga sekali Bapak Presiden sampai ke sini. Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," lanjut Annisa.

Mengakhiri perbincangan, keduanya menitipkan satu harapan sederhana untuk sang Presiden. "Semoga Pak Presiden sehat selalu pokoknya. Sehat selalu," seru mereka.

Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tepat di tanah kelahiran sang pahlawan. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama: gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.

Di dalam museum, sejumlah koleksi pribadi Marsinah telah terpajang, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.

Teman SD Kenang Sosok Marsinah: Rajin Sekolah dan Sering Bantu Nenek

Sudarmi, teman SD Marsinah, mengenang tokoh buruh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional ini sebagai anak yang rajin sekolah dan senang membantu neneknya sejak kecil.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

“Anaknya tuh rajin. Sekolah bareng, itu ya kalau sekolah kan rajin, anaknya ya seneng,” kenang Sudarmi.

Sudarmi juga mengingat Marsinah yang kerap membantu neneknya sepulang sekolah. “Bantu neneknya, terus pulang sekolah,” lanjut dia.

Sudarmi mengaku senang dan terharu perjuangan sahabat masa kecilnya kini dikenang melalui sebuah museum yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.

“Ya seneng bangetlah bisa kayak gini,” ujarnya.

Sudarmi, juga bangga dengan kehadiran Prabowo di Nganjuk. Tak lupa, Sudarmi pun turut mendoakan Prabowo agar senantiasa sehat selalu, banyak rezeki dan semakin jaya memimpin bangsa Indonesia.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

“Semoga Pak Presiden sehat selalu banyak rezeki, semoga makin jaya Pak Presiden,” ujar dia.

Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan kenangan. Rumah singgah yang ada di kompleks yang sama disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi para buruh yang datang berziarah ke makam Marsinah setiap peringatan Hari Buruh, 1 Mei.

Dengan empat kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, fasilitas ini mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini menjadi roh perjuangan buruh Indonesia. Museum Marsinah pun dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan sebagai pusat edukasi dan titik temu bagi gerakan buruh dari seluruh penjuru negeri.

Sebuah prasasti besar bertuliskan nama presiden telah terpasang di teras museum, menandai betapa pentingnya tempat ini sebagai penghormatan negara atas jasa Marsinah. Kehadiran museum ini juga diharapkan dapat mengangkat Desa Nglundo sebagai destinasi wisata edukasi, sekaligus menjaga agar nama dan perjuangan Marsinah terus hidup dalam ingatan bangsa.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.