Sabtu, 06 Jun 2026 11:58 WIB

Jelang Idul Adha Pesanan Tusuk Sate di Tulungagung Meningkat Dua Kali Lipat

  • Penulis : Bramanta
  • | Sabtu, 16 Mei 2026 14:30 WIB
Perajin tusuk sate di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Perajin tusuk sate di Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perajin tusuk sate di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung mendapat berkah menjelang Idul Adha. Jumlah pesanan tusuk sate meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Para perajin mengaku kewalahan dan tidak dapat memenuhi orderan tersebut. Meski jumlah pesanan meningkat, namun perajin tidak menaikkan harga.

Salah satu perajin tusuk sate, Sukamto (51) mengatakan permintaan mulai mengalami peningkatan sejak beberapa pekan lalu. Selama ini Sukamto hanya memenuhi kebutuhan tusuk sate untuk lokal saja. Produksi tusuk sate milik Sukamto sudah cukup modern. Hampir semua tahapan pembuatan tusuk sate menggunakan mesin yang dia rakit sendiri.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

"Mesin untuk membuat tusuk sate saya rakit sendiri. Selain dapat menghemat biaya produksi juga memudahkan saya untuk bekerja," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Dalam satu hari Sukamto mampu memproduksi tusuk sate mencapai 20 ribu hingga 25 ribu batang. Jumlah itu belum mampu mencukupi permintaan tusuk sate di Tulungagung. Proses pembuatan tusuk sate harus melewati delapan tahapan. Mulai dari memilah bahan baku bambu, memotong, menjemur, meruncingkan hingga packing. Proses tersebut dilakukan oleh Sukamto dibantu dengan keluarga saja.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

"Sebenarnya permintaan di pasar itu banyak, tapi saya belum mampu. Rencananya saya akan mencari karyawan untuk meningkatkan produksi," paparnya.

Jelang Idul Adha, permintaan tusuk sate mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Meski permintaan meningkat, Sukamto memastikan harga tusuk sate dari produsen tidak naik. Sukamto menjual tusuk sate ini seharga Rp16 ribu per seribu batang. Kenaikan jumlah pesanan ini biasanya juga meningkat saat Hari Raya Idul Fitri dan musim hajatan pernikahan,

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kenaikan permintaan tusuk sate biasanya terjadi saat Idul Adha, Idul Fitri dan musim hajatan. Saya menjual tusuk sate Rp16 ribu per seribu batang," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.