Kamis, 18 Jun 2026 07:43 WIB

Terkait Tunggakan Sewa, Pengelola Rusunawa Probolinggo Siap Usir Penghuni Bandel

Rusunawa Bayuangga Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)
Rusunawa Bayuangga Kota Probolinggo. (Foto: Ide Farid Nasution/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Langkah tegas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Kota Probolinggo dalam menertibkan penghuni Rusunawa Bayuangga yang menunggak biaya sewa akhirnya membuahkan hasil.

Ancaman sanksi berupa pemutusan aliran listrik terbukti ampuh mendorong para penghuni membandel untuk segera menyelesaikan kewajibannya.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Meski pada awalnya terdapat puluhan unit yang masuk dalam radar penindakan, eksekusi pemutusan listrik akhirnya hanya dijatuhkan kepada segelintir penghuni.

Kepala UPT Rumah Susun Kota Probolinggo, Abdul Jamal, mengonfirmasi bahwa pihaknya hanya memutus aliran listrik pada empat unit saja, Kamis (14/5/2026). Keempat unit tersebut terdiri dari satu unit yang berada di Blok A dan tiga unit di Blok B.

"Tindakan pemutusan ini kami berlakukan khusus bagi penghuni yang sama sekali tidak merespons atau mengonfirmasi tunggakannya hingga batas waktu petugas selesai bekerja pada sore hari," tegasnya.

Sebelum eksekusi dilakukan, pengelola Rusunawa Bayuangga sejatinya telah melayangkan surat peringatan pemutusan listrik kepada 96 unit yang tercatat memiliki rapor merah dalam pembayaran sewa. Rinciannya meliputi Blok A terdiri dari 45 unit, dan Blok B 51 unit.

Namun, menjelang hari penindakan, mayoritas penghuni yang mendapat surat peringatan tersebut langsung berbondong-bondong mendatangi kantor pengelola.

Mereka menunjukkan itikad baik dengan membayar sebagian tagihan dan mengajukan permohonan pelunasan melalui skema cicilan.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Melihat respons kooperatif tersebut, pihak pengelola akhirnya memutuskan untuk menangguhkan sanksi pemutusan listrik bagi puluhan penghuni itu.

"Selama ada komunikasi yang baik dan inisiatif pembayaran, meskipun belum lunas secara keseluruhan, kami masih memberikan kelonggaran dan kesempatan," jelas Jamal.

Penertiban agresif ini bukan tanpa alasan. Belakangan ini, polemik macetnya pembayaran sewa di Rusunawa Bayuangga menjadi sorotan tajam lantaran akumulasi tunggakannya mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp197 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun UPT Rumah Susun, ditemukan sejumlah penghuni yang membiarkan tagihannya menumpuk hingga puluhan bulan dengan nominal mencapai jutaan rupiah.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Kondisi kritis ini berimbas langsung pada gagalnya pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo dari sektor pengelolaan rusunawa.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak UPT Rumah Susun memberikan ultimatum keras.

Bagi penghuni yang aliran listriknya telah diputus sementara namun tetap enggan melunasi tunggakan, pengelola tidak akan segan menjatuhkan sanksi pamungkas yaitu pemutusan kontrak sewa secara sepihak dan pengosongan unit.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.