Ekspor Turunan Sawit Bengkulu Kini Lebih Cepat Berkat Inovasi Drop Tank
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 11 Mei 2026 18:54 WIB
jatimnow.com - Arus distribusi komoditas turunan kelapa sawit di Bengkulu memasuki babak baru. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Bengkulu resmi mengoperasikan layanan drop tank untuk pertama kalinya di Pelabuhan Pulau Baai guna mempercepat aktivitas bongkar muat curah cair.
Langkah ini menyasar percepatan pengiriman kargo Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) milik PT Olein Sawit Lestari. Menggunakan kapal MT. SILKROAD 06 tujuan Jakarta, proses pemuatan yang berlangsung sejak 7 hingga 11 Mei 2026 ini menjadi bukti nyata modernisasi pelabuhan di pesisir barat Sumatra.
Baca Juga: Terminal Kijing Mempawah Mulai Operasikan Layanan Petikemas
Selama ini, pengiriman kargo cair kerap terhambat oleh pola konvensional yang memakan waktu lama. Truk pengangkut harus menunggu antrean panjang untuk menyalurkan muatan langsung ke kapal.
Kini, dengan metode drop tank, truk cukup mengosongkan muatan ke tangki penampung sementara (transit) sebelum dipompa secara simultan ke dalam palka kapal.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani menjelaskan bahwa sistem ini merupakan hasil adaptasi dari keberhasilan mereka di Pelabuhan Pangkal Balam. Menurutnya, integrasi layanan ini bertujuan menciptakan ekosistem logistik yang lebih tangguh dan kompetitif.
"Kami ingin proses layanan curah cair berjalan lebih lincah dan terpadu. Inovasi ini akan memperlancar arus barang sekaligus memperkuat daya saing Pelabuhan Pulau Baai di mata pelaku usaha," kata Indra dalam keterangan resminya.
Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung
Dampak langsung dari penerapan teknologi ini adalah terpangkasnya durasi sandar kapal (port stay). Semakin singkat kapal bersandar, semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik barang, yang pada akhirnya dapat menekan biaya logistik di tingkat daerah maupun nasional.
Senada dengan itu, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menilai operasional perdana ini sebagai pencapaian besar bagi timnya. Ia menjamin bahwa meski kecepatan pompa ditingkatkan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas.
"Penggunaan pompa dan sistem distribusi yang terpadu membuat pemuatan PFAD jauh lebih ringkas. Kami tetap menjaga standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan pelabuhan agar tidak terjadi kebocoran atau tumpahan," papar Choiron.
Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA
Dari sisi lingkungan, metode ini memang lebih ramah dibandingkan cara lama. Sistem pipa yang tertutup rapat meminimalisir risiko pencemaran laut, sejalan dengan prinsip Green Port yang tengah digalakkan pemerintah.
Bagi masyarakat Bengkulu, efisiensi di Pulau Baai memiliki efek domino ekonomi. Sebagai pintu keluar utama komoditas unggulan seperti batubara, cangkang, hingga CPO, kelancaran di dermaga ini bakal menggairahkan industri perkebunan sawit lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
PTP Nonpetikemas berkomitmen menjadikan inovasi drop tank sebagai standar baru operasional di Bengkulu, sekaligus mempererat kolaborasi dengan para eksportir untuk memastikan roda ekonomi di Bumi Rafflesia terus berputar kencang.
Editor : Ali Masduki