Selasa, 16 Jun 2026 08:54 WIB

Bupati Kediri Minta PKK Fokus Dampingi Keluarga Desil 1-4

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 10 Mei 2026 11:00 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam  peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta jajaran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri lebih fokus terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini disampaikan pada kesempatan puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang diselenggarakan di Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Mas Dhito, meminta agar para Kelompok Kerja (Pokja) PKK memberi masukan kepada ketua TP PKK untuk lebih fokus pada masyarakat yang berada di desil 1 sampai 4.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Jadi Pokja-nya yang harus ngasih masukan yang benar kepada ketua PKK-nya. Ketua PKK pasti pikirannya kan makro. Kalau Pokja kan sudah ada sub-subnya untuk bisa lebih fokus kepada mereka-mereka yang ada di desil 1 sampai dengan 4," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, hal ini berdasar kunjungannya beberapa waktu lalu ke rumah warga kurang mampu di beberapa titik, seperti di daerah Gadungan, Manggis, dan Kandat.

Mas Dhito menjelaskan, dalam kunjungannya, ia menemukan fakta yang membuatnya terenyuh, di antaranya sepasang suami istri di Gadungan yang mengalami gangguan penglihatan dan bergantung pada bantuan PKH untuk kebutuhan sehari-harinya.

Di desa yang sama, Gadungan, Ia bertemu anak putus sekolah akibat kurang mampu. Kemudian di daerah Manggis, Kecamatan Puncu, Mas Dhito mengunjungi seorang anak berkebutuhan khusus yang hanya diasuh kakek neneknya. Ayahnya merantau, dan kakaknya tidak bisa bekerja karena ijazahnya ditahan.

Dan dua hari lalu, Mas Dhito mengunjungi rumah kakek nenek yang mengasuh tiga cucunya, dua di antaranya kembar berusia 2,5 tahun. Ibunya meninggal sebulan lalu, dan ayahnya tidak mau bertanggung jawab.

"Terus kemarin hari Kamis, dua hari yang lalu, saya di Kandat, dua setengah tahun, kembar, terus yang satu lagi masih usia mungkin 4, 5 tahun, 6 tahun maksimal, tiga anak. Baru satu bulan yang lalu ditinggal ibunya. Bapaknya enggak tanggung jawab. Itu kan kebangetan," terangnya.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga meminta Dinsos maupun Pokja untuk memberi perhatian kepada kader PKK yang telah mengabdi lama di PKK. Perhatian itu bukan hanya dalam bentuk sembako, tetapi juga kesehatan bahkan dicatat apabila ada ijazah anaknya yang ditahan.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Menurutnya, dedikasi seperti itu harus dihormati dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

"Tolonglah. Kita harus kasih apresiasi yang lebih. Jadi nanti 15 berapa orang? 100 orang. Ya, enggak masalah. Enggak masalah. Bagaimana kita bisa, hari ini menjadi Hari Kesatuan Gerak PKK itu bisa berhasil, itu adalah di mana di saat kita bisa menghargai orang-orang yang sudah bertahun-tahun mengabdi dan berjuang kepada PKK," tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menyampaikan tema HKG PKK ke-54 tahun ini adalah “Keluarga Indonesia Berpancasila, Berbudaya dan Sejahtera”.

Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam penanganan stunting, pembinaan keluarga hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Teman-teman Dasawisma dan kader-kader PKK inilah yang menjadi ujung tombaknya penanganan stunting di Kabupaten Kediri. Tugas kader PKK ini, kalau dibilang berat, mmm, enggak terlalu berat. Tapi dibilang mudah, ya enggak, enggak mudah. Tapi para kader-kader PKK ini kalau dilihat sangat semangat, sangat berdedikasi, dan juga keikhlasan-keikhlasannya ini luar biasa tanpa batas," ujarnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Peringatan HKG ke-54 ini juga diramaikan dengan Expo PKK yang diikuti 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri.

Berbagai potensi unggulan daerah dipamerkan, mulai produk UMKM, wisata hingga kuliner khas Kabupaten Kediri yang hidden gem seperti sego tiwul, sate bekicot, soto Branggahan dan aneka olahan nanas.

Eriani berharap kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Kediri.

"Tujuan kami sederhana, dengan luasnya Kabupaten Kediri yang banyak potensi-potensi yang dimiliki, maka perlu banyak ruang-ruang seperti ekspo hari ini agar tiap potensi ini bisa dikenal dan dirasakan oleh banyak orang. Hal ini merupakan upaya PKK dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Kediri," tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.