Jumat, 12 Jun 2026 00:10 WIB

Korban Terakhir Nelayan Tenggelam di PLTU Gresik Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com – Upaya pencarian terhadap korban tragedi tenggelamnya kapal nelayan di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gresik akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari keempat operasi, Rabu (6/5/2026) pagi, korban terakhir bernama Ajib (55) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad nelayan tersebut pertama kali terlihat mengapung oleh awak kapal yang tengah melintas di sekitar perairan tersebut pada pukul 06.15 WIB. Titik penemuan korban berjarak sekitar 5,7 mil laut dari lokasi awal kejadian kecelakaan.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi penemuan tersebut dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi.

“Kapal yang melihat korban segera menginformasikan penemuan tersebut dan langsung diaksi (direspons) oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina Gresik,” jelas Nanang, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Penemuan jenazah Ajib menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian yang melelahkan. Sebelumnya, insiden tenggelamnya kapal nelayan tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026), yang mengakibatkan dua Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang.

Korban pertama atas nama Halimi (32) telah lebih dulu ditemukan oleh Tim SAR pada Senin (4/5/2026) lalu. Dengan telah ditemukannya seluruh korban yang dilaporkan hilang, operasi kemanusiaan kecelakaan laut ini secara resmi dihentikan dan ditutup.

Baca Juga: Pendaki 18 Tahun Terperosok ke Jurang Semeru Sedalam 300 Meter

Dalam upaya pencarian selama empat hari ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan seluruh sumber daya dan menerapkan strategi pencarian skala besar yang komprehensif. Pada hari kedua dan ketiga operasi, upaya pencarian bahkan diperluas dengan melakukan manuver pemantauan udara menggunakan Helikopter Basarnas HR-3601.

Sementara itu, untuk penyisiran jalur perairan laut, armada dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) laut. Total luas area pencarian mencapai 16 mil laut persegi, di mana masing-masing SRU menyisir area yang berbeda sesuai dengan pemetaan wilayah operasi (SAR Map).

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.