Korban Terakhir Nelayan Tenggelam di PLTU Gresik Ditemukan Meninggal
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 06 Mei 2026 10:36 WIB
jatimnow.com – Upaya pencarian terhadap korban tragedi tenggelamnya kapal nelayan di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Gresik akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari keempat operasi, Rabu (6/5/2026) pagi, korban terakhir bernama Ajib (55) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad nelayan tersebut pertama kali terlihat mengapung oleh awak kapal yang tengah melintas di sekitar perairan tersebut pada pukul 06.15 WIB. Titik penemuan korban berjarak sekitar 5,7 mil laut dari lokasi awal kejadian kecelakaan.
Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi penemuan tersebut dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi.
“Kapal yang melihat korban segera menginformasikan penemuan tersebut dan langsung diaksi (direspons) oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Ibnu Sina Gresik,” jelas Nanang, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang
Penemuan jenazah Ajib menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian yang melelahkan. Sebelumnya, insiden tenggelamnya kapal nelayan tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026), yang mengakibatkan dua Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan hilang.
Korban pertama atas nama Halimi (32) telah lebih dulu ditemukan oleh Tim SAR pada Senin (4/5/2026) lalu. Dengan telah ditemukannya seluruh korban yang dilaporkan hilang, operasi kemanusiaan kecelakaan laut ini secara resmi dihentikan dan ditutup.
Baca Juga: Pendaki 18 Tahun Terperosok ke Jurang Semeru Sedalam 300 Meter
Dalam upaya pencarian selama empat hari ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan seluruh sumber daya dan menerapkan strategi pencarian skala besar yang komprehensif. Pada hari kedua dan ketiga operasi, upaya pencarian bahkan diperluas dengan melakukan manuver pemantauan udara menggunakan Helikopter Basarnas HR-3601.
Sementara itu, untuk penyisiran jalur perairan laut, armada dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) laut. Total luas area pencarian mencapai 16 mil laut persegi, di mana masing-masing SRU menyisir area yang berbeda sesuai dengan pemetaan wilayah operasi (SAR Map).
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-84305-korban-terakhir-nelayan-tenggelam-di-pltu-gresik-ditemukan-meninggal