Minggu, 21 Jun 2026 21:17 WIB

Rencana Pemekaran Wilayah Kabupaten Ponorogo Terganjal Tahun Politik

Suasana pembahasan pemekaran wilayah Ponorogo di gedung DPRD.
Suasana pembahasan pemekaran wilayah Ponorogo di gedung DPRD.

jatimnow.com - Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk menambah dua kecamatan baru tertunda.

Pasalnya permintaan Pemkab membahas raperda tentang pemekaran wilayah menuai kritik dari DPRD Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dewan berharap pembahasan raperda tersebut bisa ditunda sampai dengan tahun depan.

"Perlu ada kajian lebih mendalam. Agar tidak menimbulkan persoalan terutama terkait kewilayahan," kata Slamet Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Ponorogo.

Ia menganggap apabila kebijakan pemekaran wilayah dilakukan tahun ini kurang efektif dan efisien. Karena berpengaruh pada sebaran konstituen di daerah pemilihan (dapil) para calon legislatif (caleg). Sehingga dikhawatirkan terjadi conflict of interest.

"Pembahasan kalau bisa dilakukan setelah pelaksanaan Pemilu 2019," harap Slamet.

Ketua Bapemperda DPRD Ponorogo Puryono mengungkapkan produk hukum tentang pemekaran wilayah belum masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) 2018.

Namun, dia tak menampik raperda tersebut bisa saja masuk dalam prolegda tahun ini bila memang dianggap sangat penting dan mendesak untuk dibahas.

"Nanti diagendakan saat paripurna. Bahwa dalam prolegda tahun ini ada tambahan dan perubahan," ujarnya.

Supaya tidak berbenturan dengan kepentingan politik, Puryono menyarankan agar pembahasan raperda itu dilakukan pada 2019.

Namun, draf raperda tentang pemekaran wilayah itu tetap dimasukkan dalam perubahan prolegda 2018.

Supaya dalam pelaksanaannya mengacu pada peraturan pemerintah (PP) lama, bukan peraturan perundang-undangan yang baru.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Nanti kami koordinasikan dengan eksekutif. Prinsipnya kami terima draf itu. Tapi, tidak tentu pembahasannya tahun ini," jelasnya.

Selain itu sengaja dimasukkannya draf raperda pemekaran wilayah tersebut ke dalam prolegda 2018 untuk mendapatkan rekomendasi dari kemendagri.

Di samping syarat lainnya adalah bukti persetujuan bahwa raperda itu telah diterima oleh DPRD.

"Karena memang ada PP baru nanti. Jadi, harapan kami bisa dimasukkan tahun ini. Supaya kami tidak terkena aturan-aturan baru nanti," tutur Puryono.

Puryono menerangkan pembahasan raperda itu juga tergantung pada kesiapan eksekutif menyusun naskah akademik aturan tersebut.

Oleh sebab itu, disepakati pada 2018 pemabahasan raperda tentang pemekaran wilayah tersebut hanya menyangkut seputar kajian, study banding dan sarana prasarananya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Supaya tidak menimbulkan konflik kepentingan, kami sepakat pembahasannya dilakukan setelah pemilu 2019," kata politikus PAN tersebut.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Siswanto menyatakan pembahasan raperda pemekaran wilayah tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

Paling cepat dua sampai dengan tiga tahun. Tergantung bagaimana pemkab berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Kalau koordinasinya lemah, pembahasan pemekaran wilayah bisa memakan waktu sampai empat hingga lima tahun," terangnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.