Minggu, 14 Jun 2026 10:23 WIB

Pelatih Pagar Nusa UIN KHAS Jember Sabet Perunggu Kejurprov IBCA MMA

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 04 Mei 2026 15:30 WIB
Kepala Kepelatihan Bidang Keatletan Pencak Silat Pagar Nusa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember Moh Supriady Ali Sahbana. (Foto: Humas UIN KHAS Jember for jatimnow.com)
Kepala Kepelatihan Bidang Keatletan Pencak Silat Pagar Nusa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember Moh Supriady Ali Sahbana. (Foto: Humas UIN KHAS Jember for jatimnow.com)

jatimnow.com – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Moh Supriady Ali Sahbana, Kepala Kepelatihan Bidang Keatletan Pencak Silat Pagar Nusa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Pria yang akrab disapa Kang Ali ini sukses menyabet medali perunggu pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya.

Ajang bergengsi yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini berlangsung di Gelora Pancasila, Surabaya, sejak 30 April hingga 3 Mei 2026.

Baca Juga: Kiai Asal Bondowoso Bawa Belasan Santri Ikuti UM-PTKIN di UIN KHAS Jember

Pencapaian Kang Ali bernilai sangat istimewa. Pasalnya, Unit Kegiatan Pagar Nusa UIN KHAS Jember baru resmi berdiri sekitar delapan bulan lalu. Di usianya yang masih seumur jagung, organisasi ini telah mampu mengirimkan kadernya bersaing di level provinsi, berhadapan langsung dengan atlet-atlet elite dari institusi besar seperti TNI, Brimob, hingga Puslatda Jawa Timur.

Turun mewakili Kabupaten Jember di kelas Senior Standfight 56,7 KG Putra, Kang Ali tampil penuh determinasi. Mahasiswa semester 8 Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember ini berhasil melewati babak penyisihan dengan gemilang.

Langkah impresifnya baru terhenti di babak semifinal. Ia harus mengakui keunggulan lawannya yang merupakan atlet binaan Puslatda Jawa Timur. Meski gagal melaju ke partai puncak, Kang Ali berhak membawa pulang medali perunggu, sebuah podium kehormatan di tengah kepungan atlet-atlet profesional dan aparat keamanan.

Bagi Kang Ali, medali perunggu ini bukanlah titik akhir, melainkan lecutan untuk terus berkembang. Sebagai sosok yang menjalankan peran ganda sebagai atlet aktif sekaligus pembina generasi muda Pagar Nusa UIN KHAS Jember, ia memandang hasil ini dengan kacamata evaluasi.

Baca Juga: Prodi PAI dan Bisnis Syariah Diserbu Pendaftar di UIN KHAS Jember

"Juara 3 bukanlah kemenangan, tapi tambahan. Seorang pemenang hanya satu, yaitu juara 1. Tapi setidaknya saya sudah menyumbangkan 1 medali perunggu buat Jember. Di pertandingan semifinal barusan, saya belajar harus banyak berlatih lagi, banyak kekurangan yang harus diperbaiki," ungkapnya usai pertandingan.

Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya. "Terima kasih buat Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang sudah memberikan support serta doa. Mohon maaf sudah membuat kalian kecewa, tapi ini bukanlah akhir, di fight selanjutnya saya akan jadi lebih baik," lanjutnya.

Berbekal pengalaman bertarung di level elit, sang Kepala Kepelatihan menitipkan pesan filosofis yang mendalam bagi para anggota Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang ia bina sehari-hari. Ia menekankan bahwa pertarungan sejati dimulai dari pikiran.

Baca Juga: Pelaksanaan UM-PTKIN UIN KHAS Jember Diikuti Ribuan Calon Mahasiswa Baru

"Jika kalian ingin menjadi seorang juara atau petarung, yang harus kalian bentuk pertama kali adalah mental petarung. Karena ketika sudah memasuki arena, bahkan sebelum masuk arena, yang pertama kali bertarung adalah mental di dalam diri kalian," pesan Kang Ali tegas.

"Dalam gelanggang, jangan ragu untuk menyerang, jangan pernah takut dipukul, jangan takut dibanting, jangan takut ditendang. Jangan lihat siapa lawanmu, tapi buatlah lawanmu yang melihat siapa dirimu," pungkasnya memberikan motivasi.

Keberhasilan di Piala Wali Kota Surabaya 2026 ini menjadi pijakan kuat bagi Pagar Nusa UIN KHAS Jember. Dengan fondasi kaderisasi yang terus berkembang, organisasi ini berkomitmen menjadi wadah pembinaan atlet beladiri yang siap mengharumkan nama almamater di kancah regional maupun nasional.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.