Siswa SMK Malang Wakili Indonesia di Ajang Internasional BRICS 2026
- Penulis : Avirista Midaada
- | Jumat, 01 Mei 2026 08:05 WIB
jatimnow.com - Siswa SMK Telkom Malang menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang BRICS atau Innovation Contest 2026. Siswa kelas XII bernama Muhammad Radika Afwa Bimalaksa, merupakan satu dari empat delegasi perwakilan Indonesia di ajang kompetisi inovasi bergengsi internasional.
Lolosnya Radika Afwa Bimalaksa ini berawal dari inovasinya membuat aplikasi Revive Refashion, sebuah ekosistem digital untuk pengelolaan limbah tekstil, serta penghubung kontributor limbah tekstil dengan pendaur ulang. Ia bersama Sofian Hadi dari Nusa Tenggara Barat, Muhammad Achdan Taris dari Aceh, dan Fitriyyah dari Pontianak, Kalimantan Barat setelah mengalahkan 126 pendaftar lainnya.
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Aksa sapaan akrabnya menyatakan, ia awalnya tak menyangka lolos mewakili Indonesia dalam ajang internasional BRICS. Selain seleksi yang ketat, dirinya juga menyusun karya dokumen untuk seleksi awal.
"Saya harus menyusun email pengantar dengan cepat, waktunya juga mepet. Selain itu, menyeleksi prestasi mana yang paling relevan dengan negara-negara BRICS (Brazil, Rusia, India, Cina, dan South Africa) juga cukup menantang," ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Namun pengalamannya saat mendapat beasiswa Cyber Defense Academy juga berdampak pada proses seleksi jelang BRICS. Apalagi Chairman BRICS 2026 berasal dari India, yang sebelumnya Brazil. Dirinya juga sengaja memilih kriteria B, dimana pemuda yang terlibat dalam inisiasi lingkungan dalam kesukarelawanan, yang dilatarbelakangi aplikasi Revive Refashion, untuk mendaftar menjadi delegasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Saya mencantumkan produk startup saya dan rekan saya Revive Refashion, sebuah ekosistem digital untuk pengelolaan limbah tekstil, serta pehubung kontributor limbah tekstil dengan pendaur ulang," tuturnya.
Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi
Saat itu kata Aksa, aplikasi Revive Refashion yang dipresentasikan di bulan Juli 2025 mendapat Most Promising Startup di Green Tech Innovation Showcase yang di selenggarakan oleh British Embassy Jakarta melalui UK-Indonesia Tech Hub, bekerja sama dengan Instellar Impact dan komdigi. Bahkan sebelumnya dirinya sudah mendapat incubation program intensive di Surabaya dan berhak terbang ke Jakarta.
"Revive Refashion saya gunakan untuk daftar delegasi (BRICS) melalui Kemenpora, tapi di konferensinya saya tidak menampilkan Revive Refashion, yang incubation program Revive Refashion itu dari British Embassy Jakarta," jelasnya.
Kini dirinya harus bersaing dengan delegasi negara lain dari Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, yang merupakan keanggotaan BRICS. Ia memiliki keinginan mempelajari tata kelola mobilitas pemuda global dari negara-negara anggota BRICS, seperti Rusia, dengan pengelolaan ribuan partisipan asing lewat Wyffest (World Youth Festival).
Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang
"Saya ingin mengimplementasikan ilmu dan jejaring tersebut untuk merintis platform program volunteer internasional di Indonesia yang secara khusus menargetkan WNA (Warga Negara Asing) dan pelajar global," ungkap dia.
Menurutnya, selama ini masih jarang ada pemuda dari berbagai negara yang menjadi sukarelawan di berbagai daerah di Indonesia. Maka melalui kegiatan BRICS dan inovasinya itu, Aksa optimis mampu memperbanyak kunjungan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia hingga daerah-daerah terpencil, bukan sebagai turis biasa melainkan ikut andil dalam proyek sosial di pelosok daerah.
"Dampak jangka panjangnya, ini akan membuka pintu pemerataan pariwisata yang lebih luas, sehingga kunjungan turis asing tidak lagi hanya terpusat di Bali atau Jakarta saja," pungkasnya.
Editor : BramantaURL : https://jatimnow.id/baca-84177-siswa-smk-malang-wakili-indonesia-di-ajang-internasional-brics-2026