Lebaran Jauh dari Keluarga, Demi Koneksi Jutaan Jiwa
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Selasa, 28 Apr 2026 11:10 WIB
jatimnow.com - Ketika tabuh bedug mengudara, dan gema takbir bersahut-sahutan membelah langit fajar, jutaan umat Muslim bersimpuh merayakan kemenangan. Namun, di bawah langit yang sama, Muhammad Abdul Rokim (47) justru harus berjibaku memacu kendaraannya menyusuri jalanan di ujung timur Pulau Jawa.
Baginya, lebaran tahun ini bukanlah tentang aroma opor dan potongan ketupat yang tersaji di meja makan, melainkan tentang deret angka dan kecepatan sinyal yang harus dijaga. Alih-alih mengenakan baju koko dan sarung baru, ia justru berbalut seragam lapangan dari salah satu perusahaan penyedia layanan internet terkemuka di Tanah Air.
Baca Juga: Jasa Marga Percepat Pelebaran Ruas Tol Surabaya-Gempol
Pundaknya memikul tanggung jawab yang tak kasatmata, namun teramat esensial. Yakni memastikan jutaan orang tetap terhubung dengan orang-orang tercinta di hari raya. Tugas bapak dari tiga anak itu adalah mengawal keandalan jaringan, memburu dan menambal titik-titik buta sinyal di Bumi Blambangan dan sekitarnya.
Menjelang hari Lebaran Idulfitri 2026, takdir tugas membawanya melangkah menjauh dari rumah. Rokim diutus menjadi 'penjaga gawang' jaringan internet di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Ia harus menyusuri ruas Tol Surabaya hingga Situbondo, singgah dari satu rest area ke rest area lainnya untuk memastikan koneksi internet di sana prima.
"Kalau dibilang sedih ya sedih lah gak bisa lebaran sama keluarga. Tapi mau gimana lagi? Namanya juga tugas," ujarnya kepada jatimnow.com, akhir pekan lalu.
Mata Rokim dituntut jeli memantau potensi kepadatan lalu lintas data internet di tempat-tempat krusial. Selain ruas tol yang menjadi jalan pulang jutaan jiwa, ia juga harus menjaga keandalan internet di Pelabuhan Ketapang yang tak pernah tidur dari hiruk pikuk penumpang kapal, riuhnya stasiun kereta api, hingga padatnya titik-titik destinasi wisata di kota berjuluk Sunrise of Java.
Ketika grafis kecepatan internet menemukan hambatan, pria kelahiran Malang tersebut dituntut cekatan memperbaiki keadaan, mengurai benang kusut jaringan agar lalu lintas data kembali lancar.
Paradoks kehidupannya memuncak tepat pada hari lebaran. Rokim hanya bisa melepas rindu melalui layar gawai berukuran sekitar enam inci.
Lewat pendar cahaya dari sambungan video call, ia menatap senyum istri dan ketiga anaknya yang berjarak ratusan kilometer di Kabupaten Malang. Ada getir yang disembunyikan di balik senyum lelahnya, namun ada pula kebanggaan yang mekar. Ia rela menunda perayaannya sendiri, agar koneksi video call jutaan keluarga lainnya tidak terputus.
"Ya lumayan lah istilahnya jadi obat rindu bisa video call sama anak istri. Maunya sih ngumpul, tapi kan ada tugas kerjaan yang gak bisa ditinggalkan," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Cak Rokim itu baru benar-benar bisa berkumpul dengan istri dan memeluk ketiga anaknya pada H+4 Idulfitri 2026. Ia membawa pulang rindu yang telah mengkristal di jalanan.
Menyusuri ratusan kilometer jalanan di musim mudik yang sukar ditebak tentu menguras peluh dan energi. Namun, dengan mobilitasnya yang luar biasa tinggi, ia mengaku tak merasa berjuang sendirian. Di tengah jalanan yang asing, ia menemukan karib setia dalam bentuk digital, bernama aplikasi Travoy yang merupakan besutan Jasa Marga.
Bagi Rokim, aplikasi tersebut laksana kompas yang meringankan beban kerjanya di jalanan. Lewat Travoy, ia bisa mengintip kondisi lalu lintas jalan tol secara langsung melalui fitur CCTV sebelum melintas, sehingga ia tak perlu terjebak macet yang membuang waktu penugasannya.
Baca Juga: Libur Iduladha, Volume Kendaraan Tol Pandaan-Malang Melonjak 23,4 Persen
Aplikasi itu juga menjadi pemandunya untuk melacak titik-titik rest area ketika ingin rehat sejenak, mengkalkulasikan tarif tol, hingga membaca berita-berita terbaru seputar kepadatan arus lalu lintas. Semuanya bisa diakses dalam satu genggaman.
Pengorbanan Cak Rokim adalah satu dari sekian banyak kisah sunyi di balik hingar-bingar perayaan lebaran. Ketika jutaan pasang mata bisa dengan mudah bertatap muka secara virtual tanpa jeda dengan sanak saudara, ingatlah, ada sosok-sosok sepertinya yang berada di garda terdepan pengamanan jaringan. Ia rela menahan rindunya sendiri, demi memastikan sesamanya tetap terhubung tanpa batas.
Travoy Jadi 'Kompas' bagi Jutaan Rindu di Jalan Tol
Apa yang dialami Rokim di jalur mudik ujung timur Pulau Jawa sesungguhnya adalah potret kecil dari sebuah fenomena besar. Di tengah lautan kendaraan yang memadati ruas-ruas aspal Nusantara menjelang Idulfitri, kelancaran perjalanan tak lagi sekadar bergantung pada insting dan kemudi. Di era teknologi seperti saat ini, asisten digital telah menjelma menjadi kebutuhan yang teramat krusial.
Kehadiran aplikasi Travoy besutan PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi salah satu buktinya. Sepanjang periode angkutan mudik dan balik lebaran, tepatnya antara 11 hingga 31 Maret 2026, aplikasi ini mencatat rekor antusiasme yang luar biasa. Travoy tak ubahnya 'kompas' yang senantiasa dipercaya menuntun para pelintas batas menuju tujuannya dengan aman dan nyaman.
"Fitur CCTV jalan tol real time menjadi fitur yang paling favorit dengan 3,59 juta kali diakses. Ini menunjukkan kebutuhan pengguna jalan untuk memantau kondisi lalu lintas secara _real-time_ sehingga dapat menentukan waktu dan rute perjalanan yang lebih optimal, terutama saat arus mudik dan balik lebaran," kata Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Baca Juga: Catat, Ada Pengalihan Akses Gerbang Tol Waru 6 Surabaya hingga 26 Mei
Lewat lebih dari 3.500 kamera pengintai yang tersebar di seluruh urat nadi jalan tol Jasa Marga Group, pengguna tak lagi harus meraba-raba dalam ketidakpastian. Mereka bisa mengintip kondisi rute sebelum benar-benar memasukinya.
Rivan menambahkan, secara keseluruhan, terdapat lima fitur yang paling diminati pengguna Travoy selama periode tersebut. Yaitu CCTV jalan tol real time, tarif tol, peta, rest area, dan resi digital. Setelah CCTV jalan tol eal time, fitur tarif tol diakses sebanyak 500 ribu kali, peta 240 ribu kali, informasi rest area 138 ribu kali, dan resi digital 103 ribu kali.
Data tersebut membuktikan bahwa Travoy telah berevolusi. Ia tidak lagi sebatas papan informasi digital, melainkan sarana edukasi yang memfasilitasi pengguna untuk meracik skenario perjalanan secara efektif dan efisien.
Menyadari ritme mobilitas yang kian dinamis, Jasa Marga rupanya tak tinggal diam. Tepat pada Februari 2026, sebulan sebelum arus mudik bergulir, aplikasi ini telah bersolek ke versi 4.9.2 khusus untuk Android dan iOS.
Pembaruan ini membawa persenjataan baru yang sangat relevan. Mulai dari kehadiran Travoy Pay yang memangkas kerumitan transaksi multi-biller hingga urusan isi ulang saldo e-toll, fitur Route Finder untuk mencari jalan tikus dan rute terbaik, hingga pelacak lokasi SPBU dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Semuanya dirancang agar tak ada mesin yang mati di tengah rindu yang menggebu.
Fitur pendukung lainnya meliputi Red Zone sebagai informasi titik rawan kecelakaan, serta framing CCTV pada menu Traffic Info yang menyesuaikan otomatis dengan kejadian tertentu seperti rekayasa atau gangguan lalu lintas.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-84088-lebaran-jauh-dari-keluarga-demi-koneksi-jutaan-jiwa