Minggu, 21 Jun 2026 19:30 WIB

Kediri Aquatik 2026 Meriah, Dorong Edukasi hingga Ekonomi Pembudidaya Ikan Hias

  • Penulis : Yanuar D
  • | Minggu, 26 Apr 2026 08:30 WIB
Kediri Aquatic 2026. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Kediri Aquatic 2026. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Perikanan Kabupaten Kediri kembali menggelar Kediri Aquatik 2026, event tahunan yang memadukan edukasi, promosi perikanan, hingga penguatan ekonomi pembudidaya ikan hias, Sabtu (25/4).

Berbeda dari tahun sebelumnya, ajang kali ini digelar di Sentra Pasar Ikan Simpang Lima Gumul (SLG) selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25-26/4/2026), dengan beragam kegiatan menarik. Mulai dari lomba mewarnai tingkat TK, lomba menggambar untuk SD dan SMP, hingga lomba fotografi untuk umum.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia perikanan kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan kreatif.

“Tujuan utamanya memberikan edukasi kepada anak-anak tentang perikanan. Karena ikan tidak hanya penting untuk pemenuhan gizi, tetapi juga berperan dalam peningkatan ekonomi dan menjadi hobi yang menyenangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di Sentra Pasar Ikan SLG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memfasilitasi para pembudidaya ikan sekaligus mengenalkan potensi sektor perikanan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa di sini ada sentra ikan hias. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi para pembudidaya agar terus berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Enisa Novia Amalia, menyebut antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kediri, tetapi juga dari luar daerah seperti Nganjuk, Surabaya, dan Kota Kediri.

Untuk lomba mewarnai tingkat TK, tercatat 100 peserta mendaftar dengan 85 peserta hadir. Sedangkan lomba menggambar tingkat SD dan SMP masing-masing diikuti 97 dan 98 peserta.

Menariknya, selain kontes ikan cupang, tahun ini untuk pertama kalinya juga digelar kontes ikan molly, yang tengah menjadi tren di kalangan pecinta ikan hias.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

“Saat ini kami sedang mendorong potensi ikan molly. Apalagi sudah terbentuk komunitasnya, sehingga kami memfasilitasi melalui kontes agar para pembudidaya semakin kreatif dan berkembang,” jelas Enisa.

Dalam rangka pelestarian ikan lokal, panitia juga menebar 30 ribu benih ikan tawes di sungai kawasan SLG.

Koordinator World Wild Indonesia, Bima Nuryawan, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini, khususnya dalam upaya edukasi konservasi ikan lokal.

“Kita perlu menjaga dan melestarikan ikan lokal, apalagi saat ini mulai terancam oleh masuknya spesies asing. Selain itu, kualitas lingkungan perairan juga sangat menentukan keberlangsungan hidup ikan,” ujarnya.

Gelaran Kediri Aquatik 2026 juga disambut positif oleh pelaku usaha, khususnya pembudidaya ikan molly. Salah satunya M. Azam Bakhor Zaidi, pemilik kios Molly Jaya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

“Event ini sangat bagus untuk menyemangati pembudidaya. Biasanya harus ikut kontes ke luar daerah, sekarang bisa diadakan di Kediri sendiri,” ungkapnya.

Menurut Azam, potensi budidaya ikan molly di Kabupaten Kediri sangat besar. Hampir setiap kecamatan memiliki pembudidaya aktif, bahkan hasilnya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Melalui Kediri Aquatik 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berharap masyarakat semakin mengenal potensi sektor perikanan, khususnya ikan hias, sekaligus memperkuat perannya sebagai penopang ekonomi daerah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, dengan harapan mampu memperkuat identitas Kediri sebagai salah satu sentra ikan hias unggulan di Indonesia. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.