Peringati Hari Bumi, Pertamina Madiun Sulap Limbah Organik Jadi Penjernih Sungai
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 25 Apr 2026 16:19 WIB
jatimnow.com - Aliran Sungai Bengawan Solo mendapat "nutrisi" baru tepat pada peringatan Hari Bumi. Sebanyak 350 liter cairan eco enzyme tumpah ke sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut guna memperbaiki kualitas air dan menekan tingkat pencemaran.
Langkah pelestarian lingkungan ini diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Madiun bersama kelompok Program Kampung Iklim (ProKlim) Pesanggrahan, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi
Cairan pembersih alami hasil fermentasi limbah organik rumah tangga tersebut menjadi solusi praktis yang ditawarkan kepada masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai.
Manager Fuel Terminal Madiun, Kadek Dwi Arianto menyatakan bahwa peringatan Hari Bumi harus menjadi pemantik aksi nyata yang berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara korporasi dan komunitas lokal seperti ProKlim Pesanggrahan merupakan kunci utama dalam membangun budaya sadar lingkungan.
"Menjaga alam adalah tanggung jawab kolektif. Kami ingin memicu langkah sederhana yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh ekosistem di sekitar kita," ujar Kadek.
Senada dengan hal tersebut, Area Manager Comm, Rel. & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyebutkan keberlanjutan lingkungan mustahil terwujud jika hanya mengandalkan satu pihak.
Ia memandang kolaborasi lintas sektor perusahaan, akademisi, hingga warga sebagai fondasi kuat untuk mewariskan bumi yang lebih sehat bagi generasi masa depan.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan
Aksi ini melibatkan sedikitnya 150 partisipan, mulai dari penggerak PKK Kota Madiun, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, hingga pelajar SMK. Kehadiran lintas generasi tersebut menandakan pesan pelestarian alam mulai merambah kaum muda.
Wakil Ketua TP PKK Kota Madiun, Dellina Mahardika Panuntun yang hadir di lokasi, memuji gerakan yang melibatkan banyak elemen ini. Ia menilai kesadaran kolektif adalah modal utama dalam merawat bumi.
"Terlihat jelas bahwa ibu-ibu PKK hingga adik-adik pelajar punya semangat serupa. Langkah kecil yang dikerjakan bersama-sama bakal menghasilkan perubahan besar," kata Dellina.
Sementara itu, Local Hero ProKlim Pesanggrahan, Kurnia Fidiawati menjelaskan bahwa pemilihan eco-enzyme bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim
Cairan tersebut membuktikan bahwa sisa dapur yang biasanya berakhir di tempat sampah justru punya nilai manfaat tinggi jika dikelola dengan benar.
Manfaat edukatif ini dirasakan langsung oleh Rizky Pratama, siswa Kimia Industri SMKN 3 Madiun. Baginya, menuangkan eco enzyme ke sungai memberikan perspektif baru bahwa teori yang ia pelajari di kelas bisa diaplikasikan langsung untuk menolong lingkungan.
Melalui penuangan ratusan liter cairan organik ini, Pertamina dan warga Madiun berharap kualitas air Bengawan Solo perlahan membaik.
Lebih dari sekadar seremoni, gerakan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan lingkungan ditentukan oleh seberapa konsisten manusia mengelola limbahnya sejak dari pintu rumah.
Editor : Ali Masduki