Rabu, 22 Jul 2026 00:48 WIB

Inside The Frame, Membedah Alur Kerja Film Profesional di ISTTS

Pelajar dan mahasiswa merasakan langsung atmosfer produksi film profesional tanpa dipungut biaya. (Foto: Humas ISTTS for jatimnow.com)
Pelajar dan mahasiswa merasakan langsung atmosfer produksi film profesional tanpa dipungut biaya. (Foto: Humas ISTTS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabar baik bagi pegiat film di Jawa Timur. Akses terhadap teknologi produksi kelas atas yang biasanya eksklusif kini terbuka lebar melalui gelaran Workshop Inside The Frame.

Acara yang berlangsung di Auditorium Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) pada 24–25 April 2026 tersebut, mengajak pelajar dan mahasiswa merasakan langsung atmosfer produksi film profesional tanpa dipungut biaya.

Baca Juga: AI Makin Dibutuhkan, ISTTS Gandeng LPK CKW Gelar Workshop di Malang

Kolaborasi antara bìsasínema dan Sentra Digital Surabaya melampaui batasan teori di ruang kelas. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan, melainkan terjun langsung ke dalam set film nyata yang dibangun khusus di area kampus.

Momentum tersebut menjadi krusial mengingat industri konten digital saat ini menuntut standar visual yang semakin tinggi.

Panggung utama workshop ini menghadirkan sosok di balik layar film Agak Laen: Menyala Pantiku, Wendy Aga. Sang sutradara memandu peserta menerjemahkan naskah menjadi visi visual yang kuat.

Pengalaman belajar kian mendalam berkat kehadiran Fujifilm GFX Eterna, kamera sinema medium format yang jarang bisa diakses publik secara bebas.

Baca Juga: Penghapusan Produk Jurnalistik oleh Platform Digital dalam Perspektif Hukum Pers

"Kami ingin peserta memahami bagaimana cerita diubah menjadi gambar melalui teknologi kamera dengan detail tinggi," ujar Rara Dwi Yanti Handayani, Kepala Humas Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Alur kerja dalam kegiatan tersebut disusun secara terintegrasi. Setelah proses pengambilan gambar menggunakan lensa DZOFilm, hasil rekaman segera dibawa ke color grading suite di sayap kanan gedung ISTTS.

Di sana, Yulia Anggraeni selaku Colorist sekaligus pendiri Klover Colour Studio, mengawal peserta melakukan finishing menggunakan perangkat standar industri, DaVinci Resolve.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Diskusi Penghapusan Konten Digital dan Masa Depan Kemerdekaan Pers

Selain praktik di set, pengunjung dapat menjelajahi area eksibisi yang memamerkan perangkat terkini dari merek global seperti Fujifilm, Zeiss, hingga Blackmagic Design.

Kehadiran berbagai ekosistem pendukung produksi ini mempertegas posisi Surabaya sebagai salah satu poros kreatif yang potensial di Indonesia.

Melalui pendekatan menyeluruh mulai dari penyutradaraan, teknis pencahayaan, hingga pascaproduksi, acara tersebut menjadi jembatan bagi sineas muda Jawa Timur untuk siap bersaing di industri kreatif global yang kian kompetitif.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.