Hilang Tinggalkan Motor di Jembatan Ngujur, Remaja Magetan Ditemukan Tewas
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 24 Apr 2026 09:39 WIB
jatimnow.com – Teka-teki hilangnya Davin Andriano Mustaqim (19), pemuda yang meninggalkan kendaraannya di atas Jembatan Ngujur, akhirnya terjawab. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di aliran Bengawan Madiun, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, pada Kamis (23/4/2026).
Jenazah ditemukan terseret arus sangat jauh, mencapai jarak 18 kilometer dari titik awal hilangnya korban.
Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia memastikan proses evakuasi jenazah dari aliran sungai berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sudah dalam kondisi meninggal di lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Sayidiman untuk proses identifikasi lebih lanjut," jelas Nanang.
Insiden ini bermula saat Davin dilaporkan keluar dari rumah tanpa berpamitan pada Selasa (21/4/2026) malam. Keesokan harinya, warga setempat menemukan sejumlah barang pribadi milik korban.
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan
Sebuah sepeda motor, STNK, beserta sandal milik Davin ditemukan tergeletak tanpa tuan di atas Jembatan Ngujur. Dari temuan tersebut, korban diduga kuat terjatuh ke dalam derasnya arus sungai. Warga dan relawan setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri, sebelum akhirnya operasi diambil alih dan diperluas oleh tim SAR gabungan.
Dalam menjalankan operasi SAR ini, SMC menerjunkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan potensi SAR daerah. Pencarian dilakukan secara sistematis dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras
SRU air berfokus pada penyisiran langsung dari titik kejadian menggunakan perahu karet. Di sejumlah titik yang dicurigai, petugas melakukan manuver perahu secara berputar. Teknik ini bertujuan menciptakan gelombang air yang kuat guna mengangkat material, termasuk tubuh korban, yang mungkin tersangkut di dasar sungai.
Sementara SRU darat fokus melakukan penyisiran dengan berjalan kaki di sepanjang bantaran sungai. SRU darat juga bertugas menyebarluaskan informasi kepada masyarakat pesisir sungai agar segera melapor ke posko jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Editor : Dadang Kurnia