Rabu, 22 Jul 2026 17:19 WIB

Inilah Juara Surabaya Domino Tournament 2026

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai (kanan) menyerahkan piala kepada pasangan Syaifuddin dan Erman dari Gardu 2 Gresik yang menjadi juara Surabaya Domino Tournament 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai (kanan) menyerahkan piala kepada pasangan Syaifuddin dan Erman dari Gardu 2 Gresik yang menjadi juara Surabaya Domino Tournament 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com).

jatimnow.com - Surabaya Domino Tournament 2026 melahirkan juara baru dari Gresik. Pasangan Syaifuddin dan Ermansyah dari Gardu 2 Gresik merebut posisi puncak setelah menundukkan Muslim H. dan Arnas dari Smansa Makassar di partai final yang digelar di Grand City Convention Hall, Surabaya, Minggu (19/4/2026) malam.

Kemenangan tersebut membawa pulang hadiah Rp60 juta, sementara tim Makassar sebagai runner-up meraih Rp40 juta. Ajang domino berskala nasional itu mempertemukan lebih dari 1.500 peserta dari berbagai daerah, menandai makin luasnya basis pemain sekaligus geliat ekonomi berbasis komunitas.

Baca Juga: HGI Angkat Domino ke Panggung Nasional Lewat Grand Final di Surabaya

Di balik kemenangan, pasangan Gresik datang tanpa persiapan berlapis. Ermansyah mengaku rutinitas bermain santai justru menjadi modal utama.

“Kami sering latihan, meski santai saja. Baru dua kali ikut turnamen. Di awal sempat butuh penyesuaian, tapi setelah itu hasilnya cukup bagus,” ujarnya.

Ia menilai permainan domino tak memberi ruang bagi ego individu. Koordinasi menjadi penentu jalannya permainan.

“Domino harus dimainkan dengan kerja sama. Tidak bisa fokus pada kartu sendiri. Kadang kita harus ambil langkah untuk membuka peluang bagi pasangan,” katanya.

Permainan bersih juga menjadi prinsip yang mereka pegang. Ia membantah penggunaan kode atau isyarat tersembunyi selama pertandingan.

“Kami bermain dari perhitungan kartu yang sudah keluar dan membaca peluang. Tidak ada kode,” ucapnya.

Juri memimpin dengan ketat jalannya final Surabaya Domino Tournament 2026 di Surabaya, di Grand City Convention Hall, Surabaya, Minggu (19/4/2026) malam. (Ali Masduki/jatimnow.com).Juri memimpin dengan ketat jalannya final Surabaya Domino Tournament 2026 di Surabaya, di Grand City Convention Hall, Surabaya, Minggu (19/4/2026) malam. (Ali Masduki/jatimnow.com).

Juara Surabaya Domino Tournament 2026 itu mengaku, tekanan terbesar justru muncul di fase awal pertandingan. Setelah melewati fase tersebut, permainan mereka berjalan stabil hingga final. Ia menyebut kualitas lawan relatif merata, membuat setiap pertandingan menuntut konsentrasi penuh.

Adaptasi juga menjadi tantangan tersendiri. Kebiasaan bermain santai dengan kopi dan rokok tak bisa dibawa ke arena kompetisi.

Baca Juga: Ateng Sopyan Nurdin Kampiun Domino HGI City Cup 2026

“Awalnya perlu penyesuaian karena tidak boleh merokok atau ngopi. Tapi akhirnya bisa mengikuti ritme pertandingan,” ujarnya.

Ermansyah melihat dominasi pemain senior masih kuat dalam turnamen. Ia berharap muncul ruang bagi generasi muda untuk masuk ke kompetisi serupa.

“Perlu ada regenerasi. Bisa dibuat kategori khusus untuk pemain muda agar mereka punya kesempatan berkembang,” katanya.

Ia juga mendorong keberlanjutan dukungan sponsor agar olahraga domino terus tumbuh di level akar rumput.

“Pemain domino banyak dari masyarakat bawah. Mereka butuh dukungan agar bisa berkembang,” ucapnya.

Baca Juga: Inilah Juara HGI City Cup 2026, Turnamen Domino di Surabaya

Sementara itu, Syaifuddin memilih merayakan kemenangan secara sederhana. Hadiah yang diraih akan dibagi sesuai kesepakatan tim.

“Senang. Nanti kami atur bersama. Ada rencana mau beli motor,” ujarnya singkat.

Turnamen domino Surabaya yang berlangsung pada 18–19 April 2026 itu tidak sekadar menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperlihatkan peran domino sebagai olahraga berbasis strategi. Pemain dituntut membaca pola, menghitung kemungkinan kartu, dan mengambil keputusan cepat dalam situasi yang berubah.

Diselenggarakan oleh Higgs Games Island, ajang tersebut melibatkan 768 pasangan dengan total hadiah Rp200 juta. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari PORDI Jawa Timur, KONI, IESPA, hingga pemerintah daerah.

Lonjakan partisipasi dan besarnya animo publik menunjukkan domino tak lagi sekadar permainan santai. Aktivitas tersebut berkembang menjadi ruang kompetisi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas di berbagai daerah.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.