Liga Padel Berjenjang Resmi Dimulai di Surabaya, Peluang Atlet Muda Terbuka Lebar
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 18 Apr 2026 11:49 WIB
jatimnow.com - Kompetisi padel dengan sistem liga berjenjang pertama di Jawa Timur resmi dimulai di Surabaya.
Bank Jatim Apex Padel League 2026 langsung menyasar satu hal, yakni membuka jalur nyata bagi atlet muda dan komunitas untuk naik kelas lewat kompetisi yang berlangsung sepanjang tahun.
Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight
Digelar di El Grande Padel Club pada Sabtu (18/4/2026), liga ini menghadirkan format dua divisi dengan sistem promosi dan degradasi model yang selama ini lekat dengan liga sepak bola profesional.
Bagi pemain, setiap pertandingan kini bukan sekadar uji kemampuan, tetapi juga penentu nasib tim.
Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia Jawa Timur, Rudie Riesdianto, menyebut format tersebut dirancang untuk menjaga kompetisi tetap hidup.
“Liga ini kami bangun agar ekosistem padel terus bergerak. Setiap tim punya target jelas, entah untuk naik divisi atau bertahan,” ujarnya.
Liga dibagi menjadi dua jalur. Liga 1 mempertemukan klub-klub padel, sementara Liga 2 memberi ruang bagi komunitas.
Skema ini membuat pemain amatir memiliki jalur terbuka menuju level lebih tinggi tanpa harus keluar dari lingkar komunitasnya.
Di akhir musim, tim terbaik Liga 2 berhak promosi ke Liga 1. Sebaliknya, tim dengan performa terendah di kasta tertinggi harus turun. Mekanisme ini membuat persaingan terasa lebih hidup dan relevan bagi semua peserta.

League Director, Steven Eka Halim, menjelaskan bahwa format tersebut sengaja diadopsi dari liga olahraga global.
“Model seperti ini terbukti menjaga intensitas kompetisi. Setiap pertandingan punya dampak langsung terhadap posisi tim,” katanya.
Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan
Ia juga melihat potensi besar dari komunitas padel yang terus tumbuh di Surabaya.
“Komunitas bisa ikut bertanding, lalu naik ke Liga 1 kalau konsisten menang. Ini jalur yang adil,” ucapnya.
Tak hanya soal format, penyelenggara juga menyiapkan standar pertandingan yang lebih rapi.
Wasit bersertifikasi dan manajemen turnamen profesional diterapkan untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
Padel sendiri tengah naik daun di kalangan urban, terutama pekerja kantoran dan anak muda.
Olahraga yang memadukan tenis dan squash ini dianggap lebih santai, tetapi tetap kompetitif.
Baca Juga: Kejari Jember Ungkap Dugaan Kesengajaan di Balik Kebakaran Bank Jatim Kalisat
Permainannya berbasis tim, sehingga juga menjadi ruang membangun jejaring sosial.
“Padel itu menyenangkan dan relevan dengan gaya hidup sekarang. Orang bisa olahraga sekaligus memperluas relasi,” kata Steven.
Dukungan datang dari KONI Jawa Timur. Wakil Ketua Umum, Deddy Suhayadi, menilai liga ini bisa memperkaya cabang olahraga baru di daerah.
Menurutnya, padel bukan hanya soal tren. “Manfaatnya jelas, dari kebugaran fisik sampai pengelolaan stres. Ini olahraga yang bisa berkembang cepat jika dikelola serius,” ujarnya.
Dengan liga yang berjalan terstruktur, padel di Surabaya tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi.
Ia mulai bergerak menuju sistem pembinaan yang lebih matang tempat hobi bisa berubah menjadi prestasi.
Editor : Ali Masduki