Rabu, 22 Jul 2026 05:21 WIB

2 Kakak Balita Tewas di Kediri Diduga Turut Jadi Korban Kekerasan Keluarga

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 16 Apr 2026 19:45 WIB
Garis polisi di rumah korban. (Istimewa)
Garis polisi di rumah korban. (Istimewa)

jatimnow.com - Kematian tragis yang menimpa balita berinisial NIZ, di Kelurahan Ngronggo pada Rabu (15/4/2026) malam turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kediri. Melalui Dinas Sosial, pihaknya menerjunkan tim pendamping rehabilitasi sosial untuk dua kakak NIZ yang diduga turut menjadi korban kekerasan.

NIZ bersama kedua kakaknya VIT (6) dan FIF (7) diduga turut menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan keluarga mereka sendiri. Kerabat jauh NIZ, Bagas Mohammad Suriyadi (21), mengungkapkan bahwa ketika kedua kakaknya dibawa ke rumahnya setelah dari polisi, ia melihat adanya tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban. Seperti yang ditemukan pada tubuh NIZ.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Ada bekas luka. Cek di pinggang kanan kiri kayak memar. Kalau yang bekas rokok itu, sementara itu belum tahu, soalnya enggak ada yang merokok katanya," katanya, Kamis (16/4/2026).

Menurut Bagaz, NIZ sama halnya dengan anak-anak lainnya yang suka bermain. Ia selalu bersama dengan kedua kakaknya. Selama ini korban juga tidak pernah secara terbuka mengeluhkan adanya kekerasan. Meski begitu, korban terkadang menangis seperti anak kecil pada umumnya ketika dimarahi.

"Enggak (cerita), cuma kalau, kan nangis ditanyain kenapa? Kadang cerita kadang nggak? Ya jawabnya dimarahin," katanya.

Kini kedua kakaknya VIT dan FIF aman bersama keluarganya. Meski terkadang tampak pendiam.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kediri Latih 120 Kader Pendamping Keluarga

"Biasa bermain (kedua kakaknya). Tapi kadang diam, kadang aktif," ungkapnya.

Hingga kini, ibu korban dan ayah tirinya, serta neneknya, masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan bahwa, pihaknya telah menerjunkan pendamping rehabilitas sosial serta bantuan pengobatan bagi pihak yang terdampak.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Tadi mbak wali (Wali Kota Kediri) juga sudah menyampaikan. Intinya kita harus yang pertama terkait penanganan terkait psikologisnya untuk anak-anaknya, keluarganya, kemudian dan juga terkait dengan bantuan pengobatan untuk yang terdampaklah seperti itu," jelasnya.

Ke depan pihaknya akan memaksimalkan lagi peran RT maupun kelurahan agar kejadian hal semacam ini tidak terulang kembali dimana korban tidak terdata di dalam KK, sehingga tidak bisa memberikan bantuan secara maksimal.

"Kalau dari dinsos kan dari hulu sekali ya, terlalu jauh kalau kayak gini, harusnya dari misalnya dari RT lanjut ke kelurahan, kelurahan baru disampaikan kita nanti kita pasti akan turun tapi hal-hal kayak seperti ini kan sayang sekali kita tidak bisa, apa ya baru terendus. Seperti ini gitu ke depannya kita maksimalkan lagi peran kelurahan dan juga RT," jelasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.