BGN Luncurkan 27 SPPG PBNU, Lirboyo Ditargetkan Tambah Hingga 20 Dapur Gizi
- Penulis : Yanuar D
- | Selasa, 14 Apr 2026 19:05 WIB
jatimnow.com - Badan Gizi Nasional meresmikan 27 titik SPPG di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk SPPG di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Selasa (14/4/2026).
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa, selain 27 SPPG yang diresmikan hari ini, pihaknya telah memiliki 254 SPPG yang sudah beroperasi.
Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis
"Alhamdulillah sekarang total sudah ada lebih dari 250 SPBG yang sudah beroperasi, sudah berjalan," lanjutnya.
Di Ponpes Lirboyo sendiri, lanjutnya, sudah ada dua SPPG yang beroperasi. Pihaknya berharap Ponpes Lirboyo bisa membuka 15-20 SPPG lagi mengingat jumlah santri yang mencapai 52.000 santri.
"Sekarang baru ada dua SPPG yang sudah jalan (di Ponpes Lirboyo). Ya, tadi kita bicara dengan wakil kepala BGN, beliau mengatakan kita coba dorong akselerasi kalau bisa enam SPPG. Mudah-mudahan setelah itu akan bertambah lagi," imbuhnya.
Sementara itu, Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) Program MBG, yang diwakili oleh KH. Fahmy Akbar Idries, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari komitmen besar NU untuk membangun 1.000 dapur layanan gizi hingga tahun 2025.
Baca Juga: Bahtsul Masail Waqi’iyah Munas-Konbes NU Bahas Penghapusan Jejak Aib di Internet
"Ketika NU memberikan komitmen untuk membangun 1.000 dapur, maka per hari ini sudah ada 254 yang sudah beroperasi. Jadi sudah beroperasi kalau 3.000 penerima manfaat tinggal dikalikan saja jumlahnya," katanya.
Pada kesempatan tersebut pihaknya juga membangun kolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sektor industri keuangan untuk membuka akses permodalan, termasuk peluang investasi dan refinancing melalui kegiatan business matching.
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Ia menilai program SPPG di Lirboyo tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Ponpes Lirboyo Kediri dan Tambakberas Jombang Jadi Kandidat Lokasi Muktamar NU
"Terus tadi ada event tadi bisnis matching ya, di mana produk-produk masyarakat, kemudian ada pembiayaannya. Ada bank-bank yang melakukan pembiayaan, kemudian kegiatan-kegiatan masyarakat didukung oleh pembiayaan bank tersebut, hasilnya kemudian diserap oleh SPPG. Nah, ini ini yang dibutuhkan.
Jadi bukan hanya memberikan makanan, tetapi bagaimana, apa namanya, kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengakibatkan perekonomian masyarakat meningkat," terangnya.
Program MBG yang digagas bersama ini diharapkan terus berkembang sebagai solusi komprehensif tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan sosial berbasis komunitas.
Editor : Yanuar D