Menengok STS Kalbut, Jangkar Pasokan LPG untuk Jawa hingga Sulawesi
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 11 Apr 2026 10:58 WIB
jatimnow.com - Ketahanan energi di wilayah Indonesia Timur dan Tengah kini bergantung pada efisiensi bongkar muat di perairan Teluk Kalbut, Situbondo.
Lewat fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan alur distribusi LPG tetap berjalan tanpa hambatan guna memenuhi konsumsi rumah tangga hingga industri yang terus mendaki.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan
Sebagai pusat transfer muatan gas di tengah laut, STS Kalbut bertugas memindahkan isi gas dari kapal tanker raksasa (mothership) ke armada yang lebih kecil. Langkah ini memangkas waktu tunggu distribusi dan memastikan LPG bisa menjangkau pelabuhan-pelabuhan yang tidak memiliki dermaga dalam.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa fasilitas seluas 3,92 km² ini memegang peranan vital dalam peta energi nasional.
Sejak beroperasi pada 1995, STS Kalbut menjadi tumpuan bagi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga menembus Kalimantan dan Sulawesi.
"STS Kalbut adalah tulang punggung pasokan kita. Distribusinya menjangkau Terminal LPG Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, hingga Bima," ungkap Ahad dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
Guna merespons lonjakan permintaan di Jawa Timur, sebuah kapal kargo bermuatan 44.839 metrik ton (MT) telah bersandar di STS Kalbut pada 8 April lalu. Pasokan masif ini segera dipecah ke dalam kapal-kapal kecil untuk mengisi tangki-tangki penyimpanan di daratan.
Proses penguatan stok saat ini sedang berlangsung di Surabaya, di mana per tanggal 10 April 2026, kapal pengangkut dengan volume 8.000 Metrik Ton sedang dalam tahap bongkar muat.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim
Menyusul langkah tersebut, distribusi dijadwalkan tiba di Banyuwangi pada hari ini, 11 April 2026, dengan tambahan pasokan sebesar 2.500 Metrik Ton.
Sebagai langkah penutup dalam rangkaian jadwal terdekat, terminal Gresik diproyeksikan akan menerima muatan paling besar, yakni senilai 10.000 Metrik Ton, yang estimasi kedatangannya jatuh pada esok hari, 12 April 2026.
Selain kiriman dari STS Kalbut, Terminal LPG Gresik juga mendapat suntikan tambahan sebanyak 1.000 MT dari Kilang TPPI yang mulai diproses bongkar hari ini.
Ahad menambahkan bahwa armada pendukung yang beroperasi di sekitar STS Kalbut memiliki kapasitas beragam, mulai dari 1.700 hingga 10.000 MT.
Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim
Integrasi antara kapal distribusi laut, skid tank darat, dan pengawasan ketat di tingkat agen hingga pangkalan resmi menjadi strategi utama perusahaan dalam meminimalisir risiko kelangkaan.
"Kami berkomitmen memastikan setiap liter gas sampai ke masyarakat secara merata. Keberadaan fasilitas terintegrasi ini menjamin stok tetap aman dan mencukupi kebutuhan harian warga," pungkasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan kendala ketersediaan energi di wilayahnya, Pertamina menyediakan layanan aduan melalui Contact Center 135 yang beroperasi 24 jam.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83668-menengok-sts-kalbut-jangkar-pasokan-lpg-untuk-jawa-hingga-sulawesi